Round-Up

Akhir Ngenas Balita Digelonggong Air oleh Ibu hingga Tewas

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 07:43 WIB
Foto: Tersangka berbaju tahanan warna oranye (Wilda Hayatun Nufus)
Jakarta - Seorang balita berinisial ZNL (2,5) tewas mengenaskan di tangan ibunda, NP (21). Korban tewas setelah digelonggong air secara terus-menerus.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (18/10) di kontrakan pelaku, di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kematian korban terungkap setelah korban dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

"Awal penanganan perkara ini, kami pihak Polsek Kebon Jeruk menerima aduan dari masyarakat dalam hal ini pihak rumah sakit pada waktu menangani kondisi medis korban melihat ada yang tidak wajar terhadap kondisi korban," jelas Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandhy Idrus kepada wartawan di Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/10/2019).

Mendapatkan laporan tersebut, polisi langsung turun tangan dan memeriksa NP yang sehari-hari mengasuh korban. Semula, NP mengelak. Namun akhirnya dia mengakui telah menganiaya korban dengan cara menggelonggongnya dengan air galon.

"Tersangka mengambil air yang ditampung dalam galon 19 liter, diminumkan dengan paksa, dengan cara korban ditekan hidungnya oleh tersangka, ditutup hidungnya kemudian dimasukkan air dengan menggunakan cangkir," tutur Irwandhy.



Korban digelonggong air cukup lama. Hingga akhirnya korban tidak sadarkan diri dan mengalami kejang.

"Ini (galon) penuh dimasukkan ke dalam mulut secara paksa kurang lebih 20 menit ini habis ditambah lagi. Kemudian dibaringkan. Efek dari kelebihan cairan tersebut korban dalam hal ini mengeluarkan cairan muntah kejang-kejang," sambungnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan penganiayaan sadis itu lantaran depresi. Dia merasa kesal lantaran diancam cerai oleh sang suami.

"Untuk motif pelaku diduga mengalami tekanan secara psikis, karena diancam akan diceraikan oleh suami, sehingga dari tekanan tersebut tersangka akhirnya kehilangan kendali. Emosi akhirnya secara agresif melakukan perbuatan tersebut," lanjutnya.

Korban sendiri ternyata memiliki saudara kembar. Sekitar 6 bulan lalu korban sempat diasuh oleh mertua yang juga nenek korban.



Menurut pelaku, sang mertua sempat menyinggungnya lantaran dianggap membeda-bedakan kasih sayang terhadap kedua anaknya. Sebab, kondisi tubuh korban lebih kurus dibanding dengan saudara kembarnya.

"Bagaimana bisa membuat gemuk dari masalah ekonomi, dalam rumah tangganya memang tidak mempunyai gizi yang cukup. Pelaku mengambil jalan pintas akan terlihat gemuk dengan memasukkan sejumlah air setelah diisi akan terlihat gemuk, pikirannya pelaku," jelas Irwandhy.

Korban diduga tidak hanya sekali mendapatkan kekerasan fisik. Hal ini terbukti dari banyaknya bekas luka lebam di tubuh korban.



Sementara NP mengaku menyesali perbuatannya. Ia mengaku menyayangi anaknya.

"Menyesal. Sayang. Saya stress, saya memang nggak terkontrol," ujar NP.

NP mengaku melakukan hal itu karena kesan terhadap suaminya.

"Saya lagi kesel sama suami saya. Kenapa saya melakukan itu saya juga bingung," imbuh NP.

Sementara Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu mengatakan bahwa pelaku ditahan di Polsek Kebon Jeruk. Pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak dan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 251 KUHP.






Simak juga video Rekonstruksi Pembunuhan Balita di Sukabumi, Korban Dibuang ke Sungai:

[Gambas:Video 20detik]

(mea/mea)