Cara dan Pola Makan ala Rasulullah Agar Tubuh Bugar

Puti Yasmin - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 06:13 WIB
ilustrasi ola makan ala Rasulullah (Foto: iStock)
Jakarta - Pola makan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam perlu ditiru. Sebab beliau diketahui memiliki tubuh yang bugar dan jarang sakit. Tentu salah satunya karena pola dan adab makan yang baik.

Dirangkum detikcom dari sejumlah sumber, berikut ini adab dan pola makan Rasulullah SAW yang bisa ditiru:



1. Membaca Doa

Adab makan Rasulullah dilakukan dengan membaca doa, yakni ' Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu'. Langkah ini dilakukan agar setan tak ikut masuk dalam makanan yang sama.

Dari Hudzaifah, Rasulullah SAW bersabda,

Arab: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لاَ يُذْكَرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

Artinya: sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya.

2. Pakai Tangan Kanan

Pola makan Rasulullah selanjutnya dengan menggunakan tangan kanan. Dalam Shahih Muslim makan dengan tangan kiri sama dengan perilaku yang dilakukan setan.

Arab: إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ ».

Artinya: jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kirinya pula.

3. Makan dari Pinggir

Selanjutnya, Nabi Muhammad juga membiasakan diri menghabiskan makanan dari pinggir ke tengah. Pola makan Rasulullah ini sebagai contoh sunnah yang bisa ditiru.

Dari Ibnu 'Abbas, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Arab: إِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلاَ تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهِ

Artinya: barokah itu turun di tengah-tengah makanan, maka mulai lah makan dari pinggirnya dan jangan memulai dari tengahnya.



4. Tidak Makan Sambil Bersandar

Pola makan Rasulullah yang lain, yakni tidak makan sambil bersandar. Dari hadits Abu Juhaifah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Arab: أَمَّا أَنَا فَلاَ آكُلُ مُتَّكِئًا

Artinya: adapun saya tidak suka makan sambil bersandar.

5. Tidak Menjatuhkan Makanan

Makanan yang jatuh mungkin dapat membawa bakteri masuk ke dalam tubuh bila dikonsumsi. Pola makan Rasulullah pun tak membiarkan mengonsumsi makanan yang terjatuh.

Dari Jabir bin 'Abdillah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Arab: إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى وَلْيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ

Artinya: apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih Jangan dibiarkan suapan tersebut dimakan setan.

6. Menjilat Tangan

Adab dan pola makan Rasulullah yang terakhir, yaitu menjilat tangan sebelum mencuci atau mengusapnya. Sebab, ada berkah di balik makanan yang tersisa tersebut.

Dari hadits Jabir sebelumnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Arab: وَلاَ يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمِنْدِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى فِى أَىِّ طَعَامِهِ الْبَرَكَةُ

Artinya: janganlah dia sapu tangannya dengan serbet sebelum dia jilati jarinya. Karena dia tidak tahu makanan mana yang membawa berkah.

Nah, jangan lupa contoh pola makan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari ya!

(pay/erd)