Wanita Korban Pelecehan di Konser Musik Bekasi Diimbau Lapor Polisi

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 21:54 WIB
Foto: Edi Wahyono
Bekasi - Seorang waita berinisial F (22) mengaku menjadi korban pelecehan seksual dalam sebuah konser di Bekasi beberapa waktu lalu. Polisi pun mengimbau korban untuk membuat laporan agar pelaku dapat diusut.

"Kalau ada hal seperti itu terjadi lagi, ya kita untuk bisa menindak lanjuti kejadian tersebut kan harus ada bukti laporan, laporan polisi," kata Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara Iptu Bahrudin kepada detikcom, Jumat (25/10/2019).

Bahrudin mengimbau korban untuk tidak takut melapor. Laporan korban sangat diperlukan sebagai dasar polisi untuk melakukan upaya hukum terhadap pelaku.

"Jadi tolong korban-korban yang merasa dilecehkan jangan malu-malu, jangan sungkan-sungkan buat laporan ke pihak kepolisian, supaya bisa ditindaklanjuti, ada ungkap, dan bisa menimbulkan efek jera," ujarnya.

"Datang ke kantor polisi, kalau ada saksi dengan saksi, kalau ada alat bukti CCTV yaa kita akan cari alat buktinya, sementara ya laporan tertulis aja," sambungnya.

Bahrudin menyebut biasanya korban enggan melapor ke polisi karena malu. Selain itu, rasa syok juga membuat korban memendam sendiri peristiwa yang dialaminya.




Bahrudin menyebut F enggan melaporkan kejadian pelecehan seksual yang dialaminya itu kepada kepolisian dengan alasan kesibukan. Namun, polisi masih membuka pintu jika F bersedia melapor sehingga pelaku dapat diusut.

"Kita sudah mengimbau, yang kemarin korban juga udah kita kondisikan, karena perintah pimpinan tolong buat laporan resmi, supaya di pimpinan tidak disalahkan ada kejadian tersebut, kita gimana mau tindak lanjuti dasarnya kita nggak ada kan," ujar Bahrudin.

Diketahui, tindakan pelecehan seksual yang dialami F ini terjadi dalam sebuah konser band di dalam sebuah mal di Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. F mengalami tindakan pelecehan seksual sebanyak tiga kali. Payudara dan bokongnya diremas oleh pelaku.

"Lagu kedua, kejadian ke saya, (pelaku) megang--maaf ya--payudara gitu. Saya sempat ngiranya kan kalau kesenggol-senggol di stage gitu kan biasa, ternyata pas saya sadar itu bukan kesenggol, (pelaku) megang bokong gitu," ujar F.

Tidak hanya itu, wanita lain yang berada di samping F juga mengalami kejadian serupa. Bahkan pelaku, sebut F, berusaha memasukkan tangannya ke celana korban.

(isa/mea)