"Target kita 470 kendaraan. Per hari ini ada 315 kendaraan masih ada dua hari lagi. Panitia masih upayakan, jadi siapa yang mau berpartisipasi punya peluang," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah, kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Dimulai dari sepeda listrik sampai bus listrik akan ikut karnaval. Selain itu, akan ada panggung musik untuk menghibur masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendaraan listrik yang akan memeriahkan karnaval yaitu sepeda listrik, motor listrik, bajaj listrik, mobil listrik, taksi listrik, dan bus listrik. Selain itu, juga akan menggunakan panggung hiburan buat masyarakat yang akan datang dihibur dengan band dan artis-artis terkenal," ucap Saefullah.
Pemprov DKI juga ingin membuktikan kendaraan listrik bisa memperbaiki kualitas udara Jakarta. Sehingga, akan ada pengukuran kualitas udara oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
"Kita punya alat pengukur kualitas udara berfungsi 24 jam. Kita ukur juga sebelum dan pasca kegiatan, atau setiap satu jam lingkungan hidup monitor kualitas udara Jakarta. supaya grafiknya valid," kata Saefullah.
Kegiatan ini akan diadakan pada Minggu (27/10) di Jalan Sudirman dimulai dari Patung Pemuda, Senayan, sampai Bundaran Hotel Indonesia kemudian kembali lagi ke Patung Pemuda, Senayan.
"Karnaval akan dilaksanakan pada hari Minggu 7 Oktober 2019 mulai pukul 14.00 WIB dengan 18.00 WIB. Hal ini sekaligus untuk memperingati Hari Listrik Nasional ke 74 sekaligus hari Sumpah Pemuda yang ke 91," kata Saefullah.
Acara karnaval juga menjadi rangkaian acara Jakarta yang akan menjadi tuan rumah Formula E tahun 2020. Sekaligus mengampanyekan kendaraan listrik.
"Karnaval Jakarta Langit Biru juga merupakan bagian dari acara persiapan Jakarta tuan rumah Formula E pada tahun 2020, mulai juga (kampanye) menggunakan kendaraan listrik," kata Saefullah.
Halaman 2 dari 2











































