Dubes Tantowi: Indonesian AID Tak Ada Kaitan dengan Isu Papua

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 14:59 WIB
Dubes RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya (Zakia/detikcom)
Jakarta - Indonesia menepis isu miring yang menyerang pendirian Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (DKPI) atau Indonesian Agency for International Development (Indonesian AID). Isu itu menyebut Indonesian AID memberi bantuan kepada negara-negara di Pasifik supaya negara-negara itu tak mendukung Papua merdeka.

"Janganlah niat kami (bantuan luar negeri Indonesia) selalu dikaitkan dengan politik. Bantuan ini tidak ada kaitannya dengan itu (isu Papua)," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga, Tantowi Yahya, dalam siaran persnya, Jumat (25/10/2019).


Indonesian AID telah diresmikan oleh Wakil Presiden periode 2014-2019, Jusuf Kalla. Ada empat kementerian yang terlibat, yakni Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Indonesian AID akan menyalurkan USD 212 juta atau setara Rp 2,5 triliun. Presiden Jokowi ingin menerapkan 'diplomasi tangan di atas'. Sejumlah negara dari kawasan Pasifik, Afrika, dan Asia Tengah menjadi penerimanya.


Lima negara di Pasifik yang telah menerima bantuan Indonesian AID adalah Fiji, Kepulauan Solomon, Nauru, Tuvalu, dan Kiribati. Tantowi percaya, Indonesian AID bakal meningkatkan hubungan baik Indonesia dengan negara lain.

"Bantuan luar negeri RI dapat membangun solidaritas yang erat kepada negara berkembang lain, terutama yang terkena bencana alam. Saat ini dana yang tersedia berjumlah Rp 2,5 triliun dalam bentuk endowment fund. Nantinya akan bertambah sampai Rp 10 triliun di akhir 2021. Tantowi menjelaskan bantuan yang akan disalurkan akan berupa dana pembangunan kapasitas manusia, bantuan pembangunan infrastruktur, dan bantuan kemanusiaan. Dalam kerangka Indonesian AID ini, ke depannya untuk negara-negara di kawasan Pasifik, bantuan akan diberikan di bawah skema Regional Strategic Partnership," jelas Tantowi.
Selanjutnya
Halaman
1 2