Korban Kebanyakan Warga Lokal
Bom Yordan Pakai Ikat Pinggang
Kamis, 10 Nov 2005 15:56 WIB
Jakarta - Jika tas punggung jadi sarana pembom bunuh diri di Bali, maka di Yordania sang pengebom menggunakan ikat pinggang untuk menjalankan aksinya.Bom yang meledak di dua dari tiga hotel di Amman, Yordania, dilakukan oleh pembom bunuh diri yang mengenakan ikat pinggang yang sarat bahan peledak."Bom bunuh diri dengan ikat pinggang ini terjadi di Hotel Radisson dan Hotel Grand Hyatt," kata Wakil Perdana Menteri Yordania Marwan Muasher seperti dilaporkan CNN, Kamis (10/11/2005).Sedangkan bom di Days Inn, lanjut dia, dilakukan dengan sebuah bom mobil. Mobil tersebut mencoba menembus barisan keamanan dan meledak di luar hotel."Jumlah korban tewas 67 orang dan 150 orang terluka. Kebanyakan merupakan warga Yordania," ungkap Muasher. Sementara Dr Khalid Salayman di RS Khalidi mengimbuhkan, beberapa korban merupakan warga Irak dan Jerman.Korban paling banyak berasal dari Hotel Radisson. Saat ledakan terjadi pada Rabu malam, di aula hotel ini sedang digelar pesta pernikahan yang dihadiri sekitar 300 tamu.Mempelai pria, Ashraf Khalid, menuturkan, ledakan terjadi saat dirinya dan pengantin perempuan memasuki arena jamuan pesta."Saya kehilangan sekitar 10 kerabat, termasuk ayah saya. Saya benar-benar terpukul. Tidak ada orang asing dalam pesta pernikahan ini. Ini benar-benar serangan teroris," tandasnya pilu.Ketiga hotel yang dibom itu merupakan hotel berkelas internasional dan banyak dihuni oleh kaum ekspatriat. Ketiga hotel itu hanya berjarak beberapa meter antara satu dengan yang lainnya.
(sss/)











































