"Kabut asap sudah semakin parah, kita minta pemerintah pusat turun. Menteri Lingkungan Hidup (Siti Nurbaya) turun," terang seorang warga, Desi Noverianti saat ditemui di Jalan Sudirman, Jumat (25/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sore atau malam kan terasa juga kabut asap. Abu masuk ke rumah, mata pedih dan napas susah. Ini sudah parah," kata Desi.
Tidak hanya itu saja, Desi mengaku kini banyak anak-anak sudah masuk rumah sakit. Bahkan dia pun khawatir melihat kabut asap yang kian pekat sore hingga malam hari.
"Pak Jokowi juga tolong handle, bantu kami di Sumatera Selatan. Kabut asap sudah mengganggu aktifitas kami, anak-anak kasihan," kata karyawan swasta berusia 30 tahun tersebut.
Sementara itu, BPBD Sumatera Selatan mencatat kabut asap yang menyelimuti Palembang dan sekitarnya berasal dari kabakaran lahan di Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Arah mata angin menjadi salah satu penyebab masuknya asap ke Kota Pempek.
"Asap dari arah Ogan Komering Ilir dan ogan Ilir disebabkan arah angin ke Kota Palembang. Tetapi memang hampir 80 persen kebakaran lahan juga dari Ogan Komering Ilir," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Sumsel, Ansori.
Melihat kondisi kabut asap, Ansori pun meminta warga menggunakan masker saat bepergian. Ia juga meminta warga mengurangi kegiatan di luar rumah saat kabut asap pekat.
Diketahui, kabut asap mulai menyelimuti Palembang dan sekitar sejak beberapa bulan terkahir. Kabut asap sempat hilang saat sebagian wilayah diguyur hujan dua hari.
Namun, belakangan kabut asap kembali pekat sejak 2 pekan terakhir dan saat ini udara sempat berstatus Tidak Sehat dan Berbahaya.
Halaman 2 dari 2











































