Buka Mata! Perbatasan RI Kini Telah Merdeka dari Gelap

Mustiana Lestari - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 11:03 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Perbatasan. Wilayah yang terdepan, tertinggal dan terluar yang sering dipandang sebelah mata karena minim fasilitas dan jauh dari jangkauan. Namun, secercah harapan akan perubahan datang dari lampu-lampu yang menyala saat gelap di rumah-rumah penduduk perbatasan.

Ya, satu demi satu pelita itu memberi terang bagi masa depan perbatasan. Deru-deru mesin pembangkit yang dioperasikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) jadi penggerak kehidupan perbatasan. Mereka tidak lagi hidup dalam gelap namun siap dengan masa depan yang kian terang.

Di bawah lampu bependar, anak-anak tak lagi belajar dengan cahaya minim, suara nyaring lantunan ayat suci pun makin ramai saat malam hari. Nelayan-nelayan pun tak lagi membuang hasil laut karena ikan tangkapan mereka tetap awet di dalam freezer yang menyala 24 jam. Pun begitu para tentara yang makin perkasa dalam terang yang dibawa PLN di pulau perbatasan.

Nyala di perbatasan ini merupakan bagian dari realisasi pembangkit listrik 35 ribu MW yang memang salah satunya fokus menerangi wilayah 3T. Progres elektrifikasi pun terus dikebut di berbagai wilayah perbatasan, seperti Natuna, Nunukan hingga Karimunbesar. Pembangkit didatangkan, tiang-tiang listrik terpancang tegak dengan peluh para pekerja PLN yang tak putus arang diterpa angin dan gelombang. Dengan tujuan akhir masyarakat perbatasan menikmati listrik.

detikcom pun menjadi saksi perjuangan pekerja PLN dengan mesin prima yang menyala hingga 24 jam. Bersama PLN, detikcom menyambangi tiga daerah tersebut setelah sebelumnya menjelajahi hampir separuh perbatasan yang ada di Indonesia.

Bersama detikcom, mari menjadi saksi ketangguhan listrik di perbatasan Natuna, Nunukan dan Karimunbesar. Ikuti terus ragam kisah inspiratifnya mulai 27 Oktober ini lewat jelajah Tapal Batas RI detikcom dan PLN!



(mul/mpr)