detikNews
Jumat 25 Oktober 2019, 00:07 WIB

Pusing-Sesak Warga Jambi: Asap Be yang Dirasakan!

Ferdi Almunanda - detikNews
Pusing-Sesak Warga Jambi: Asap Be yang Dirasakan! Foto: Penampakan kabut asap di Kota Jambi, Kamis (24/10/2019). (Ferdi-detikcom)
Jambi - Kabut asap masih terasa pekat menyelimuti Kota Jambi malam ini. Berdasarkan data AQMS Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, asap membuat kualitas udara masih dalam status berbahaya.

"Grafik update data real time pergerakan kondisi partikulat dengan indikator PM 2,5 pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, pukul 21.00 WIB. Dari grafik tersebut terlihat bahwa kualitas udara berada pada kondisi Berbahaya. Sebelumnya pada pagi hari juga sempat berbahaya namun beranjak siang hingga sore, kualitas udara rerata pada kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat," kata juru bicara Pemerintah Kota Jambi dalam keterangan tertulis yang dilihat detikcom, Kamis (24/10/2019).

Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Jambi ini terasa pada pagi hari tadi. Asap itu sempat mulai berkurang pada siang dan sore harinya, namun pada malam hari kabut asap itu kembali menyelimuti daerah itu.


Kualitas udara yang buruk akibat kabut asap tersebut juga membuat warga mengaku kerap merasakan pusing setiap habis berkendara. Bahkan, mata mereka sempat terasa perih jika sedang berkendara dampak kabut asap.

"Kalau habis bawa motor, sempat agak terasa pusing karena menghirup udara yang sudah bercampur asap ini. Mata juga kadang pedih, mana nafas juga sudah mulai sesak. Asap be (ini) yang selalu dirasakan. Kadang asap berkurang, kadang pekat lagi. Sampai bau sisa kebakarannya itu terasa menyengat nian dihidung," kata warga Kotabaru, Kota Jambi, Herdy Wahyudi kepada detikcom.

Sementara itu, BPBD Jambi menyebut faktor penyebab masuknya kabut asap di Kota Jambi pada pagi dan malam hari ini merupakan faktor angin.

"Saat ini arah angin permukaan dari timur hingga selatan, sedangkan angin di lapisan 3000 ft dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 30-40 km/jam, jika dilihat dari titik panas di Provinsi Jambi lebih kecil dari Sumatera Selatan maka besar kemungkinan asap berasal dari Sumatera Selatan," kata Kepala BPBD Jambi, Bachyuni Deliansyah saat dihubungi.


Akibat dampak kabut asap, Pemerintah Provinsi Jambi juga telah melakukan perpanjangan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status siaga darurat karhutla yang berakhir tanggal 20 Oktober itu kini diperpanjang menjadi 10 November 2019 berdasarkan SK Gubernur Jambi.

"Perpanjangan penetapan status siaga darurat karhutla tersebut sebagai bentuk antisipasi dan kesigapan pemerintah agar tidak terjadi lagi karhutla dan kabut asap kembali. Melihat kondisi saat ini, maka perpanjangan status siaga darurat itu diperpanjang hingga 10 November mendatang," ujar Karo Humas Pemprov Jambi, Johansyah kepada detikcom.

Berdasarkan data Satelit Lapan yang dilihat detikcom malam ini, jumlah titik hotspot di Jambi juga kembali bertambah menjadi 75 titik hotspot. Titik hotspot itu terpantau di daerah Kabupaten Muaro Jambi, Sarolangun dan Merangin. Jumlah hotspot itu tentu berbeda pada pagi tadi yang hanya terpantau 2 titik hotspot.
(idh/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com