Rangkul Prabowo-Gerindra, Jokowi: Kita Bangun Demokrasi Gotong Royong

Rangkul Prabowo-Gerindra, Jokowi: Kita Bangun Demokrasi Gotong Royong

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 17:41 WIB
Rangkul Prabowo-Gerindra, Jokowi: Kita Bangun Demokrasi Gotong Royong
Jokowi (Hendra Kusuma/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan merangkul Partai Gerindra untuk bergabung ke pemerintahannya. Padahal, selepas Pilpres 2019, Jokowi gencar menjalin komunikasi dengan Partai Demokrat. Apa alasan Jokowi meninggalkan Demokrat?

"Kita ini pengin membangun demokrasi gotong royong. Di Indonesia tidak ada oposisi seperti negara lain. Kalau itu baik untuk negara demokrasi, kenapa tidak," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).


Menurut Jokowi, sistem presidensial di Indonesia tidak seperti di negara-negara lain. Jokowi yakin demokrasi di Indonesia bakal makin baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kita menuju demokrasi bernegara ke depan. Saya kira proses kematangan, proses demokrasi tapi saya lihat itu menuju sebuah koridor yang semakin baik," ucap Jokowi.

Sebelum melantik Kabinet Indonesia Kerja, Jokowi melakukan pertemuan dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan di pertengahan Oktober. Pada akhirnya Jokowi hanya mengajak Gerindra bergabung ke pemerintahan dengan menunjuk mantan rivalnya di pilpres, Prabowo Subianto, sebagai Menteri Pertahanan dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP


Simak Video "Menteri-menteri Kejutan Pilihan Jokowi"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads