Hasil Pemeriksaan Sidik Jari
Jasad Utuh Ternyata Azahari
Kamis, 10 Nov 2005 14:29 WIB
Jakarta - Azahari dipastikan tewas dalam penyergapan di Batu, Malang, Jawa Timur, pada Rabu (9/11/2005) kemarin. Tapi berbeda dari informasi sebelumnya, pejabat Polri menyebutkan jasad Azahari masih utuh dan tidak tercerai berai. Yang sudah tidak utuh adalah jasad atau jenazah Arman.Informasi terbaru ini disampaikan Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Sunarko kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Kamis (10/11/2005)."Dari hasil analisa dari satu jenazah yang utuh di tempat kejadian perkara bisa dipastikan Azahari. Kepastian ini diambil dari hasil sidik jari, lengkap 10 jarinya dengan pembanding sidik jari yang dimiliki kepolisian Diraja Malaysia dan Pusat Identifikasi Mabes Polri tahun 1998," kata Sunarko.Jenazah yang hancur, tambah Sunarko, jenazah Arman. "Arman ini adalah DPO Polri yang diduga teroris bom di Indonesia namun belum diketahui perannya," jelasnya.Ketika ditanya soal informasi sebelumnya yang menyebut Azahari adalah jenazah yang kepalanya terurai, Sunarko menyatakan data terbaru ini berdasarkan kajian beberapa langkah-langkah yang dilakukan oleh anggota di tempat kejadian perkara. "Jenazah yang utuh itu adalah jenazah Azahari. Kemudian yang terurai adalah jenazah Arman," ujar Sunarko menegaskan.
(gtp/)











































