Ditahan Terkait Abdul Basith cs, Jalih Pitoeng Minta Penahanan Ditangguhkan - Halaman 2

Ditahan Terkait Abdul Basith cs, Jalih Pitoeng Minta Penahanan Ditangguhkan

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 14:09 WIB
Pitra Romadoni (tengah) (Samsuduha/detikcom)
Pitra Romadoni (tengah) (Samsuduha/detikcom)

Pitra mengatakan kedua kliennya baru mengetahui rencana kerusuhan saat mengikuti pertemuan itu. Tetapi kedua kliennya, dikatakan Pitra, tidak ikut menyimpan bom rakitan yang dibuat oleh Abdul Basith cs.

"Berdasarkan keterangan klien kami, dia tidak pernah memegang atau bawa bom tersebut, tapi kalau penggerak massa (demo), benar," kata Pitra.

Selain itu, Pitra menyebut kedua kliennya sering memimpin aksi demonstrasi. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh kedua kliennya juga selalu dikoordinasikan dengan polisi sebelumnya.

Seperti diketahui sebelumnya, polisi mengamankan Abdul Basith cs karena merencanakan kerusuhan di aksi Mujahid 212 pada Sabtu (28/9) lalu. Rencana kerusuhan itu dilakukan menggunakan bom rakitan.

Selain merusuh di aksi Mujahid, Abdul Basith cs ikut berperan dalam kerusuhan demo mahasiswa pada 24 September 2019. Kericuhan pada 24 September itu menggunakan bom molotov.

Tersangka Jalih Pitoeng diketahui ditangkap pada 10 Oktober 2019 pukul 14.00 WIB di Tangerang, Banten. Jalih berperan sebagai donatur dan ikut pertemuan di rumah seorang purnawirawan tentara.

Sedangkan Januar Akbar ditangkap pada 9 Oktober 2019 pukul 20.30 WIB di Condet, Jakarta Timur. Januar ditetapkan sebagai tersangka karena berperan mengumpulkan massa untuk demo, merencanakan ikut aksi 10 Oktober 2019, memberi saran untuk mematangkan progresif revolusioner pada 29 September 2019, memerintahkan tersangka lain mengambil komando pada aksi di Pejompongan.


Halaman

(mea/mea)