Ditahan Terkait Abdul Basith cs, Jalih Pitoeng Minta Penahanan Ditangguhkan

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 14:09 WIB
Pitra Romadoni (tengah) (Samsuduha/detikcom)
Jakarta - Pemimpin aksi Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia atau dikenal 'DPR' jalanan, Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng dan Januar Akbar, ikut diciduk polisi terkait perencanaan ricuh aksi yang dimotori Abdul Basith Cs. Keduanya ditahan di Polda Metro Jaya.

Pengacara Jalih dan Januar, Pitra Romadoni Nasution, mengajukan penangguhan penahanan bagi kedua kliennya itu. Permohonan itu telah diserahkan ke penyidik.

"Pada hari ini kita telah resmi mengajukan permohonan kita ke Bapak Kapolda Metro Jaya yang langsung diterima di bagian Setum dan tadi ke Dir juga sudah kita tembusan permohonan penangguhan ini dan ke penyidik juga hari ini kita tembusan," kata Pitra kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Pihak keluarga kedua tersangka menjadi penjamin penangguhan penahanan ini. Alasan penangguhan penahanan, mereka merasa tidak terlibat langsung dalam perencanaan kerusuhan meskipun kedua kliennya sempat ikut pertemuan dengan Abdul Basith cs.

"Perlu digarisbawahi, dua ini seorang aktivis, selaku pimpinan aksi, dia hadir ke sana atas permintaan atau dibawa Saudara Damar tanggal 22 September ke kediaman Pak Soenarko," ungkap Pitra.

Pertemuan itu, Pitra menyebut, memang dihadiri oleh Abdul Basith. Namun kedua kliennya mengaku tidak mengenal Basith maupun para tersangka lainnya yang juga hadir dalam pertemuan itu.

"Sebelumnya nggak mengenal (Basith), dia baru bertemu di acara 22 September itu dan dia diminta Saudara Damar, bukan atas inisiatif dia ataupun kemauan dia sendiri," kata Pitra.