detikNews
Kamis 24 Oktober 2019, 10:43 WIB

Utak-atik Jokowi: Dulu 'Ceraikan' Ekonomi Kreatif dari Kemenpar, Kini Lebur Lagi

Andi Saputra - detikNews
Utak-atik Jokowi: Dulu Ceraikan Ekonomi Kreatif dari Kemenpar, Kini Lebur Lagi Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan utak-atik kabinet. Selain di Kemendikbud, Jokowi melakukannya di Kementerian Pariwisata. Pada 2014, Jokowi 'menceraikan' Ekonomi Kreatif dengan Kemenpar, tapi kini meleburnya kembali.

Dalam catatan detikcom, Kamis (24/10/2019), Presiden SBY menunjuk Mari Elka Pangestu jadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun, saat Jokowi jadi Presiden, kementerian itu diutak-atik.

Jokowi 'menceraikan' Ekonomi Kreatif dari Kementerian Pariwisata. Kala itu, Presiden Jokowi membentuk Badan Ekonomi Kreatif yang bertugas memfasilitasi industri kreatif perfilman Indonesia. Menurut Jokowi, karya film nasional sangat penting karena merepresentasikan wajah bangsa.

"Karya film kita adalah wajah bangsa," jelas Jokowi kala itu.


Jokowi mengatakan pemerintah ingin membangun kesadaran dan apresiasi hak kekayaan intelektual. Itulah yang menjadi tujuan pembentukan Badan Ekonomi Kreatif.

"Kami ingin bangun kesadaran dan apresiasi hak kekayaan intelektual dan dalam 1 bulan kami proses Badan Ekonomi Kreatif dan badan ini langsung di bawah presiden. Badan Ekonomi Kreatif langsung di bawah presiden. Saya ajak masyarakat untuk cinta film Indonesia," ujar Jokowi lagi.

Lalu bagaimana Kementerian Pariwisata tanpa Ekonomi Kreatis? Jokowi meminta Menteri Pariwisata mendukung penuh perfilman Indonesia.

"Nanti diingat-ingat kalau dukungannya nggak total, tolong saya dibisiki, ini serius. Pemerintah dukung perfilman kita ini kekuatan ekonomi kreatif kita. Kami ingin ambil langkah-langkah sebagai berikut, pertama menyatukan seluruh aset potensi kreatif untuk capai perfilman kita yang mandiri. Dorong inovasi di bidang kreatif," tegas Jokowi.


Lalu ditunjuklah Triawan Munaf jadi Badan Ekonomi Kreatif. Triawan resmi menduduki jabatan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 9/P/2015 tentang pengangkatan Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Ia mendapat hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

Di awal pembentukan, Bekraf disebut memiliki deputi yang bertanggungjawab untuk riset edukasi dan pengembangan, akses permodalan, pemasaran, fasilitas HAKI, direktorat Hubungan antar lembaga dan wilayah, dan infrastruktur.

Sementara itu, bidang kreatif yang akan menjadi tanggungjawab badan ini antara lain aplikasi dan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film, fesyen, animasi video, fotografi, kriya, dan kuliner. Selain itu, ada bidang penerbitan, periklanan, pertunjukan seni rupa, televisi, dan radio.


Seiring waktu, Jokowi mengutak-atik lagi kebijakannya. Ekonomi Kreatif dilebur lagi dengan Kementerian Pariwisata. Namanya kembali seperti pada era SBY, yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menterinya? Wishnutama.

"Urusan pariwisata, destinasi pariwisata baru, dan pengembangan kreatif urusannya Pak Wisnu," kata Jokowi saat menunjuk Wishnutama, Rabu (23/10/2019).

Apa kata Triawan Munaf begitu tahu lembaganya dilebur kembali dengan Kementerian Pariwisata? Akun resmi Twitter Bekraf pamit undur diri. Mereka meminta maaf atas kesalahan dan kekurangan selama ini. Cuitan itu diunggah bersama Kepala Bekraf Triawan Munaf dengan nuansa hitam-putih.

"Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan dan terima kasih atas segala perhatiannya selama ini," cuit Twitter @BekrafID.




Simak video Menteri-menteri Kejutan Pilihan Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]


(asp/rvk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com