"Yang saya sayangkan kenapa juga Gerindra masuk. Biarkan dia oposisi. Kenapa dimasukan? Kan biayanya tidak sedikit memasukan Gerindra," kata Agus, Kamis (24/10/2019).
Menurutnya, saat ini terjadi ketidakseimbangan politik. Sebab, kini hanya tinggal PKS, PAN, dan Partai Demokrat yang tidak bergabung dengan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengatakan pemerintah harus memiliki kontrol agar tidak menjadi absolut. Ia menilai Jokowi bakal menemui 'kesesatan' jika terlalu banyak partai yang jadi bagian pemerintah.
"Karena dari situ jadi tidak ada oposisi kan? Oposisi hanya PKS ya dan PAN kecil. Kan harusnya biar seimbang. Bernegara dan berpolitik itu kan harus saling kontrol. Kalau semua sejalan ya, nggak seru. Malah itu menyesatkan menurut saya," tuturnya.
Foto Agus Pambagio/Ari Saputra |
Selanjutnya, dia pun berharap masyarakat tidak apatis terhadap situasi politik tanah air. Bahkan, kata Agus, masyarakat perlu turun ke jalan jika memang diperlukan. Agus menyinggung aksi demonstrasi di rezim presiden ke-2 RI, Soeharto.
"Menurut saya, masyarakat harus turun lagi seperti zaman Soeharto. Check and balance harus dari publik, karena nggak ada partainya. Partai seragam semua. Teman-teman aktivis jangan pindah jadi anggota DPR atau pejabat, di sisi publik. Stay saja di situ," kata Agus.
Baca juga: Menhan Prabowo Tak Boleh Punya Visi Sendiri |
Presiden Jokowi telah resmi melantik menteri-menteri yang akan membantunya di kabinet. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Simak juga video Purnatugas di KKP, Bu Susi Mau ke Mana?:
(tsa/ibh)












































Foto Agus Pambagio/Ari Saputra