Tewasnya Azahari Bukan Akhir dari Perburuan Teroris

Tewasnya Azahari Bukan Akhir dari Perburuan Teroris

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2005 12:35 WIB
Jakarta - Tewasnya Azahari saat penyergapan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Batu, Malang bukan akhir dari perburuan teroris. Polri diminta terus mengejar pelaku teror agar tidak menebar teror yang lebih sadis.Demikian disampaikan oleh Ketua DPR RI Agung Laksono saat dicegat wartawan di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11/2005)."Mudah-mudahan gembong lainnya seperti Noordin M Top dapat segera ditangkap. Namun ini bukan terakhir dari sebuah perburuan. Saya kira ini harus ditindaklajuti secara cepat, jangan sampai yang sisa-sisa ini lebih liar lagi," kata Agung.Dikatakannya, meski saat ini Azahari diyikini tewas, namun bukan berarti aksi terorisme di Indonesia otomatis selesai. Oleh karenanya masyarakat diajak tetap waspada. "Kita harus tetap waspada karena terorisme adalah ancaman bangsa. Kita jangan merasa bebas dari teroris. Kita harus tetap eling lan waspodo," ujarnya.Meski demikian, lanjut Agung, dirinya mengucapkan selamat kepada pihak kepolisian. "Ini merupakan prestasi besar bagi kepolisian yang dapat menewaskan Azahari," ujarnya.Namun dia mengingatkan kematian Azahari belum tentu membuat teroris tidak kembali beraksi. "Jangan terlalu gembira dulu, karena masih banyak hal yang perlu diperhatikan. Misalnya kasus Poso yang sampai saat ini belum juga selesai," terangnya.Prestasi ini, imbuhnya, menunjukkan segala kritikan dan masukan yang diberikan DPR diperhatikan oleh pihak kepolisian. "Ini merupakan respons positif dari masukan-masukan yang kita berikan selama ini," tegasnya.Menyinggung penghargaan bagi pemberi informasi keberadaan gembong tersebut sebesar Rp 1 miliar, Agung mengaku sebagai sesuatu hal yang wajar. Namun dirinya juga sangat setuju jika penghargaan kepada aparat kepolisian berupa kenaikan pangkat satu atau dua tingkat. (san/)


Berita Terkait