Pengacara Saddam Boikot Sidang
Kamis, 10 Nov 2005 12:04 WIB
Jakarta - Pembunuhan terhadap 2 pengacara pada persidangan Saddam Hussein menjadi momok. Merasa tak aman, pengacara Saddam pun memboikot sidang.Persidangan mantan Presiden Irak ini rencananya akan digelar kembali pada 28 November. Tapi tim kuasa hukum Saddam menyatakan batal.Mereka menyatakan risikonya terlalu tinggi hingga tidak bisa pergi ke kantor, mewawancarai para saksi, atau melakukan apa pun terkait persiapan kasus.Mereka bahkan sampai meminta proteksi dari organisasi internasional yang independen. Demikian dilaporkan Xinhua, Kamis (10/11/2005).Kepala tim kuasa hukum Saddam, Khalil al-Dulaimi, menuding AS dan sekutunya bertanggung jawab atas pembunuhan 2 pengacara pada persidangan Saddam, sebagai akibat dari aksi AS dan sekutunya di Irak.Atas masalah boikot tersebut, Tim Juri belum memutuskan harus memberikan respons apa."Sekarang waktunya untuk duduk dan berbicara membahas masalah ini di antara kita sendiri, agar kita bisa mendapat keputusan dalam beberapa hari," kata hakim Rizgar Amin, yang mengepalai Tim Juri yang terdiri dari 5 hakim pengadilan.Dalam jangka waktu sebulan, 2 pengacara pada persidangan Saddam ditembak mati. Korban pertama adalah Sadoon Janabi. Dia diculik sehari setelah dimulainya persidangan oleh kelompok pria bersenjata dari kantornya di Baghdad, dan kemudian ditemukan tewas.Korban kedua adalah Adil Muhammed al-Zubaidi, yang ditembak mati di Baghdad saat berada di dalam mobil pada Selasa 8 November.Kedua pengacara tersebut merupakan kuasa hukum mantan Wakil Presiden Irak Taha Yassin Ramadan, pada kasus Dujail. Saddam dan 7 terdakwa lainnya diadili atas tuduhan pembunuhan lebih dari 140 warga Syiah di Irak tahun 1982.
(sss/)











































