Polisi Amankan 5 Aktivis Greenpeace Pemasang Spanduk di Patung Pancoran

Polisi Amankan 5 Aktivis Greenpeace Pemasang Spanduk di Patung Pancoran

Rolando F Sihombing - detikNews
Rabu, 23 Okt 2019 11:39 WIB
Foto: Polisi mengevakuasi dan mengamankan 5 aktivis Greenpeace Indonesia yang memasang spanduk di Patung Pancoran. (Rolan-detikcom)
Foto: Polisi mengevakuasi dan mengamankan 5 aktivis Greenpeace Indonesia yang memasang spanduk di Patung Pancoran. (Rolan-detikcom)
Jakarta - Polisi bersama petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) DKI Jakarta mengevakuasi dan mengamankan 5 aktivis Greenpeace Indonesia yang memasang spanduk di Patung Pancoran, Jakarta Selatan. Spanduk bertuliskan 'Lawan Perusak Hutan juga dicopot.

Pantau detikcom di Patung Pancoran, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, 10.45 WIB, Rabu (23/10/2019), ada 5 aktivis Greenpeace yang dievakuasi menggunakan mobil bronto skylift milik DKPK DKI. 5 aktivis tersebut terdiri dari 3 pria dan 2 perempuan.


Setelah dievakuasi dari Patung Pancoran, para aktivis aktivis ini dibawa ke Polsek Tebet. Wakapolsek Tebet AKP Rusdi Dalby mengatakan polisi sempat terjadi perdebatan antara dirinya dengan kelima aktivis Greenpeace. Para aktivis tidak mau dievakuasi turun ke bawah.

"Evakuasinya memang cukup alot di mana mereka berkeras untuk tidak mau turun. Dimana kami juga itu sudah mengganggu ketertiban masyarakat dan sekitarnya," kata Rusdi.

"Oleh karena itu kami dengan tindakan kepolisian kami lakukan tindakan-tindakan dimana bisa menurunkan mereka," ujarnya.


Saat ini, spanduk dan kelima aktivis telah meninggalkan Patung Pancoran. Sempat terjadi penumpukan kendaraan saat proses evakuasi, namun saat ini sudah terurai.

Rusdi mengatakan 5 aktivis itu diamankan untuk dimintai keterangan terkait aksi mereka. Polisi juga akan menanyakan cara 5 aktivis memanjat Patung Pancoran.

"Kita ambil keterangan saja. Sebab-sebab atau hal apa yang mereka naik ke atas, gimana caranya, kami akan mencari dulu, teknik cara mereka gimana, proses mereka naik," kata Rusdi.

Dalby mengatakan aksi kelima aktivis itu mengganggu ketertiban. Maka itu, polisi mengevakuasi dan mengamankan kelimanya.

"Itu sudah mengganggu ketertiban masyarakat, kemacetan di wilayah kita juga cukup padat, akhirnya kita ambil tindakan kepolisian," ujar Dalby.
Halaman

(idh/idh)