detikNews
2019/10/22 21:43:55 WIB

Ilmuwan LIPI Prediksi Negara Jadi Militeristis Bila Prabowo Menhan

Pasti Liberti Mappapa, Ibad Durohman - detikNews
Halaman 1 dari 4
Ilmuwan LIPI Prediksi Negara Jadi Militeristis Bila Prabowo Menhan Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai salah satu calon menteri yang diperkenalkan kepada publik. Kira-kira satu jam berada di dalam Istana Negara, Prabowo, yang didampingi Wakil Ketum Partai Gerindra Edhy Prabowo, menyatakan Presiden Jokowi memintanya ikut memperkuat kabinet.

Prabowo, yang selama ini jadi rival politik Jokowi, tak menyebut secara spesifik posisi apa yang ditawarkan kepadanya. "Untuk membantu beliau di bidang pertahanan," ujar mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu, Senin (21/10/2019). Dari beberapa sumber, Prabowo disebut akan menjadi Menteri Pertahanan.



Pengamat pertahanan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Muhammad Haripin mengingatkan pada visi-misi Prabowo soal pertahanan yang pernah diungkapkan dalam dua kali debat calon presiden pada 2014 dan 2019. "Ketika dia kampanye pada 2014, dia bilang Indonesia akan menjadi macan Asia," kata Haripin kepada detikcom.

Sementara itu, saat debat keempat Pilpres 2019, Prabowo menyatakan kondisi pertahanan Indonesia lemah. "Jauh dari yang diharapkan karena kita tidak punya uang," ujar Prabowo saat itu. Dia pun mengutip sebuah adagium 'yang kuat akan berbuat sekehendaknya, yang lemah akan menderita'.



Peribahasa ini juga disebut Prabowo saat berpidato dengan tajuk 'Indonesia Menang' tiga bulan sebelum debat pilpres. Ketika itu, Prabowo menyebut jangan lupakan rumus terkenal dari Thucydides, ahli sejarah dari Yunani kuno yang hidup kurang-lebih 50 tahun sebelum Masehi, "The strong will do what they can, the weak suffer what they must."
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com