detikNews
Selasa 22 Oktober 2019, 21:11 WIB

KPK Menanti Buka-bukaan Bowo Sidik Saat Pemeriksaan Terdakwa Besok

Ibnu Hariyanto - detikNews
KPK Menanti Buka-bukaan Bowo Sidik Saat Pemeriksaan Terdakwa Besok Terdakwa kasus suap-gratifikasi Bowo Sidik Pangarso (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Bowo Sidik Pangarso akan menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa kasus suap-gratifikasi esok hari. KPK pun menanti Bowo blak-blakan soal aliran uang dalam kasus yang menjeratnya.

"Dalam sesi ini terdakwa akan memberikan keterangan banyak hal berkaitan dengan kasusnya," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019).
Kasus ini memang cukup menarik banyak nama-nama penting seperti salah satunya Enggartiasto Lukita sebagai mantan Menteri Perdagangan (Mendag). Bowo pun pernah meminta agar Enggartiasto dihadirkan.

Namun Febri menyebut KPK akan mendatangkan Enggartiasto bila hakim memberikan penetapan. Sejauh ini, menurut Febri, belum ada penetapan hakim soal itu.

"KPK siap menjalankan kalau ada penetapan dari hakim. Jadi tergantung dari penetapan hakim, kalau misalnya keterangan terdakwa Bowo besok hakim memandang perlu untuk menggali lebih jauh, tentu itu sepenuhnya dari hakim karena kita tahu, aturan yang ada hakim itu menggali kebenaran materiil. Apakah perlu konfirmasi kembali terkait keterangan BSP (Bowo Sidik Pangarso) sebagai terdakwa, nanti sepenuhnya pada hakim saya kira. jadi kita tunggu saja agenda pemberian keterangan Bowo besok," tuturnya.

Febri mengatakan saat ini KPK fokus pada pembuktian dugaan suap dan gratifikasi terhadap Bowo Sidik. Namun, ia mengatakan tak menutup kemungkinan bila ada fakta sidang yang signifikan akan dikembangkan.
"Bahwa dalam prosesnya KPK kan pernah tangani kasus seperti itu ya, seorang anggota DPR Eni Maulani Saragih pernah dijerat gratifikasi, kemudian pihak pemberi itu memiliki peran-peran tertentu maka bukan tidak mungkin dikembangkan kepada pihak pemberi," sebutnya.

Bowo didakwa menerima suap dan gratifikasi. Untuk dakwaan suap, Bowo diduga menerima Rp 2,6 miliar dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) terkait pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog), sedangkan terkait gratifikasi Bowo diduga menerima Rp 7,7 miliar.

Terkait gratifikasi dalam dakwaan Bowo disebut menerima uang Rp 300 juta terkait dengan kedudukan Bowo selaku Wakil Ketua Komisi VI DPR yang sedang membahas program pengembangan pasar dari Kementerian Perdagangan untuk Tahun Anggaran 2017.
(ibh/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com