Diberhentikan sebagai Kapolri, Tito Karnavian Calon Mendagri

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 18:10 WIB
Tito Karnavian (tengah) saat dipanggil ke Istana. (Andhika Prasetia/detikcom)


Tito pun dianggap tepat menjadi mendagri, mengingat pada 2020 nanti Pilkada serentak akan digelar di 270 daerah. Dengan banyaknya wilayah yang melakukan pemilu, potensi konflik pun makin akan besar.

"Tahun depan saja tantangannya ada 270 pilkada, terbanyak sepanjang sejarah. Jadi kalau dilihat dari sisi itu, dibanding dengan kementerian lain paling memungkinkan di Kemendagri," sebutnya.

Untuk itu, Tito dinilai tepat bila diberi amanah bertugas sebagai Mendagri. Kemendagri juga bisa lebih baik bila dipimpin oleh jenderal bintang empat itu.

"Pak Tito paling bisa optimal dan kemendagri sendiri paling bisa dioptimalkan ketika mendapatkan sosok seperti Pak Tito. Jadi jabatan paling tepat (untuk Tito) adalah Mendagri," kata Yunarto.


Seperti diketahui, Tito Karnavian ikut datang ke Istana Negara saat Jokowi memanggil calon-calon menteri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengirim surat ke DPR soal pemberhentian Tito dari posisi Kapolri.

Permintaan presiden tersebut pun disetujui DPR dalam sidang paripurna hari ini. Ketua DPR Puan Maharani menyebut Jenderal Tito Karnavian mundur dari Kapolri karena akan mengemban tugas negara lain.

"Adapun alasan pengunduran diri karena yang bersangkutan akan mengemban tugas negara dan pemerintahan lainnya," ucap Puan Maharani dalam rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta.

Surat Jokowi soal pemberhentian Jenderal Tito Karnavian dari jabatan Kapolri bernomor R51 tanggal 21 Oktober 2019. Pasal 11 ayat 1 dan 2 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR.
Halaman

(elz/fjp)