detikNews
Selasa 22 Oktober 2019, 14:50 WIB

Menteri Jokowi Harus Teken Pakta Integritas, Begini Poin-poinnya

Marlinda Oktavia Erwanti, Andhika Prasetia, Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Menteri Jokowi Harus Teken Pakta Integritas, Begini Poin-poinnya Jokowi saat dilantik sebagai presiden periode kedua. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo tengah mewawancarai calon-calon menteri untuk kabinet periode keduanya. Nantinya, anggota kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin harus menandatangani pakta integritas.

Menurut Erick Thohir, yang dipanggil Jokowi pada Senin (21/10/2019) kemarin, Pakta Integritas akan diteken saat pelantikan esok hari, Rabu (23/10).

"Nanti, kalau pada saat dilantik, ya, harus tanda tangan," ujar Erick saat ditanya soal pakta integritas setelah dipanggil Jokowi di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.


Kemudian Basuki Hadimuljono menyebut belum ada penandatanganan pakta integritas dalam proses wawancara menteri yang dilakukan Jokowi sejak kemarin hingga hari ini.

"Tidak ada (saat wawancara calon menteri)," kata Basuki, Selasa (22/10).

Meski begitu, Basuki mengungkap beberapa poin dalam pakta integritas. Salah satunya tidak boleh berkewarganegaraan ganda.

"Ada 3 hal, tidak menjadi kasus pidana, tidak rangkap jabatan dan tidak berkewarganegaraan ganda," sebut bapak infrastruktur yang dipilih menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.


Meski begitu, Ida Fauziyah, yang turut dipanggil Jokowi hari ini, mengaku sudah meneken pakta integritas. Politikus PKB itu mengungkap isi dari pakta integritas.

"Pakta integritas sudah ditandatangani. (Bunyi pakta integritas) sebagai WNI, tidak sedang terlibat kasus korupsi, sehat jasmani," ungkap Ida setelah bertemu dengan Jokowi siang ini.

Seperti diketahui, Jokowi sudah memanggil sejumlah orang untuk diwawancarai sebagai calon menteri. Jokowi sempat memanggil Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu, namun akhirnya politikus Golkar itu batal mendapat posisi menteri.

Adapun Jokowi akan mengenalkan menteri-menterinya esok pagi. Kemudian, pelantikan akan dilakukan setelahnya, yakni pada pukul 10.00 WIB.

"Besok dilakukan perkenalan jam 08.00 WIB dan dilanjutkan pelantikan jam 10.00 WIB," ungkap Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat dihubungi, Selasa (22/10).
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com