detikNews
Selasa 22 Oktober 2019, 14:17 WIB

Heboh Bule Terekam CCTV Lompat Pagar Curi Puluhan Penyu di Sanur

Aditya Mardiastuti - detikNews
Heboh Bule Terekam CCTV Lompat Pagar Curi Puluhan Penyu di Sanur Foto: TKP pencurian penyu di Sanur (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Video rekaman CCTV seorang bule nekat melompati pagar lalu mengambil puluhan penyu di kawasan Sanur, Denpasar, Bali ramai dibahas di media sosial. Belasan penyu yang diambil itu berasal dari kelompok konservasi penyu Sindu Dwarawati, Sanur.

Peristiwa pencurian penyu itu dilakukan pada Senin (21/10) sekitar pukul 03.00 Wita. Pengelola konservasi lalu melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.


"Kemarin saya pas patroli pagi mencari jejak penyu bertelur di pantai, setelah itu masuk ke konservasi nggak ada penyunya. Hilang penyu 9 ekor dan 15 tukik," kata pengurus Kelompok Konservasi Penyu Sindu Dwarawati, I Made Winarta (43) saat ditemui di lokasi, Jl Sindu, Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (22/10/2019).

Heboh Bule Terekam CCTV Lompat Pagar Curi Belasan Penyu di SanurFoto: Rekaman CCTV bule terduga pencuri penyu (Dok. Istimewa)

Barnet, sapaan karibnya, mengatakan -penyu-penyu yang hilang berjenis penyu hijau, penyu lekang dan penyu sisik. Dari hasil pantauan CCTV, pelaku melakukan aksinya seorang diri.

"Hasil dari rekaman CCTV menunjukkan pelaku wisatawan asing. Dari rekaman peristiwanya pukul 03.00 Wita, beraksi sendirian,"ujar Barnet.


Dari pantauan CCTV terlihat bule pria itu melompati pagar setinggi sekitar 1,5 meter. Kemudian satu per satu penyu-penyu itu dia keluarkan dengan menggunakan tangan.

"Kejadian pintu dikunci, tidak ada yang dirusak, digembok. Ada tanda-tanda pelaku loncat pagar, sementara terekam (pelakunya) satu bule, sudah kami laporkan ke polisi," jelasnya.


Dimintai konfirmasi, Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mempelajari CCTV dari TKP.

"Kami sudah menerima laporan kemarin jam 20.00 Wita, sedangkan peristiwa itu terjadi jam 05.00 Wita dini hari kalau dari yang diserahkan korban ke kepolisian, sehingga ada interval waktu kurang lebih sekitar 13 jam. Sehingga kami langsung membuat tim dan dipimpin kanit buser dan kanit intel juga gabung untuk melakukan pengumpulan bukti-bukti terhadap peristiwa yang dilaporkan," jelas Wirajaya.
(ams/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com