detikNews
2019/10/22 10:11:03 WIB

Disebut Tidak Masuk Kabinet, Demokrat Pasrah

Deden Gunawan, Ibad Durohman - detikNews
Halaman 1 dari 3
Disebut Tidak Masuk Kabinet, Demokrat Pasrah Foto ilustrasi: SBY dan Jokowi (Setpres)
Jakarta - Partai Gerindra semakin pasti merapat ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo, Senin (21/10) kemarin sore.

Kabar masuknya Gerindra dalam barisan koalisi pendukung Jokowi sempat diutarakan relawan Jokowi, Budi Arie Setiadi yang juga Ketua Umum Pro Jokowi (Projo). Menurutnya dalam pertemuan dengan relawan, Jokowi menegaskan keinginannya menerima bergabungnya Partai Gerindra dalam pemerintahan ke depan.




"Beliau juga menegaskan tidak semua parpol bisa bergabung dalam pemerintahannya. Selain tidak sehat bagi demokrasi juga akan mengurangi fungsi check and balances," ujar Budi.

Hal yang sama juga dikemukakan Koordinator Nasional Duta Jokowi, Joanes Joko. Menurut Joko, Jokowi tidak bisa mengakomodasi semua parpol di luar partai pendukungnya saat pemilihan presiden lalu dalam kabinet dalam periode kedua pemerintahannya.



"Hanya satu partai saja. Beliau menyadari siapa pun yang memimpin harus ada kekuatan yang mengontrol," ujar Joko. Pertemuan itu sendiri dihadiri sekitar 100 pimpinan relawan dan komunitas pendukung Jokowi sejak presiden ketujuh itu bertarung pada pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2012, dan Pilpres tahun 2014.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com