Awalnya, PPP mengatakan fenomena demokrasi di Indonesia. Pihak oposisi atau lawan, sangat memungkinkan menjadi koalisi atau teman.
"Itulah uniknya demokrasi di Indonesia, teori koalisi cek and balance tidak sepenuhnya bisa diterapkan. Model politik Indonesia beda dengan negara lain, orang kompetisi bisa masuk di kabinet. Sejarah politik Indonesia kan seperti itu," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek), saat dihubungi detikcom, Senin (21/10/2019).
Namun, Awiek masih menganggap penting kontrol terhadap pemerintah. Fungsi itu bisa dijalankan oleh partai pendukung Jokowi di legislatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PPP menyebut akan tetap kritis terhadap pemerintah. "Kalau sekiranya ada kebijakan yang melenceng dari Nawa Cita, tidak pro-rakyat tidak pro umat, kita bisa kritisi," kata Awiek.
Kritik PPP bukanlah asal kritik. Apalagi bernada kasar sehingga merusak substansi.
"(Kritik) dengan kata yang bijak, dengan kata sopan dengan bahasa santun bukan dengan teriak-teriak, yang penting kan substansinya," ucap Awiek.
"Beliau izinkan saya untuk menyampaikan, saya membantu beliau diminta di bidang pertahanan," kata Prabowo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Senin (21/10).
Halaman 2 dari 2











































