Prabowo Calon Menhan, TB Hasanuddin: Lawan Tak Perlu di Posisi Strategis

Prabowo Calon Menhan, TB Hasanuddin: Lawan Tak Perlu di Posisi Strategis

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 08:31 WIB
Foto TB Hasanuddin: Rachman Haryanto/detikcom
Foto TB Hasanuddin: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - Politikus PDIP TB Hasanuddin meminta Presiden Joko Widodo mempertimbangkan kembali keputusannya dalam menunjuk Prabowo Subianto Menteri Pertahanan (Menhan). TB menilai tidak sepantasnya Prabowo mendapat posisi strategis di kursi kabinet Jokowi.

"Dalam konteks rekonsiliasi dan dinamis itu harus diperhatikan kepentingan kita, kepentingan pemerintahan Jokowi, kepentingan juga pendukung Jokowi, dalam artian partai koalisi, itu harus mendukung bahan pertimbangan. Kalau tidak jadi bahan pertimbangan, nanti akan membuat masyarakat kecewa. Bayangkan di dalam pilpres 2019 itu benar-benar berdarah-darah, sita waktu, anggaran dan emosi di sana," kata TB saat dihubungi detikcom, Senin (21/10/2019) malam.

"Jadi ketika ada rekonsiliasi, oke terima, tapi tempatkan mantan lawan pada posisi tidak strategis, dan tidak perlu ditempatkan di tempat dengan elektoral tinggi," tambahnya.

TB kemudian menjelaskan posisi Menteri Pertahanan dalam Undang-undang. Menurut TB, Menhan itu posisi menteri yang strategis yang memegang peran penting beberapa kementerian.

"Menhan itu strategis, menurut UU ada Triumvirat, itu ketika negara vakum atau dinyatakan vakum. Maka Mendagri, bersama Menteri Luar Negeri, dipimpin oleh pertahanan, dia bisa ambil alih laksanakan tugas pemerintahan dan tugas kenegaraan," jelasnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3