Round-Up

Kisah Prabowo: 2 Kali Jadi Rival, Bakal Jadi Pembantu Presiden Jokowi

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 05:30 WIB
Foto: Jokowi dan Prabowo bertemu di Istana (Biro Pers Setpres)
Foto: Jokowi dan Prabowo bertemu di Istana (Biro Pers Setpres)

Setelah berbagai manuver, termasuk menyatakan KPU curang dan menggugat hasil Pilpres 2019, Prabowo kembali mengakui kemenangan Jokowi. Prabowo-Sandiaga meraih 68.650.239 suara atau 44,50 persen di Pilpres 2019, sementara Jokowi-Ma'ruf memperoleh 85.607.362 suara atau 55,50 persen. Jokowi-Ma'ruf pun ditetapkan oleh KPU sebagai presiden dan wakil presiden terpili untuk periode 2019-2024.

Prabowo kembali memberikan selamat atas kemenangan Jokowi. Namun berbeda dengan Pilpres 2014, Gerindra tak mau lagi menjadi oposisi. Tak berselang lama sejak penetapan KPU, Gerindra sudah tampak mendekat ke Jokowi.

Bila saat Pilpres Gerindra kerap mengkritik Jokowi, berbeda dengan jelang pelantikan Jokowi sebagai presiden periode kedua. Gerindra tak lagi mengkritik Jokowi dan cenderung menjadi 'anak baik' bagi pemerintahan.

Walaupun mendapat sejumlah penolakan dari partai koalisi Jokowi, Gerindra tetap melakukan pendekatan untuk bisa masuk ke koalisi. Hingga hari ini terbukti, partai berlambang kepala burung garuda itu dipastikan masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Adalah Prabowo sendiri yang masuk ke kabinet Jokowi. Selain itu, satu kader Gerindra lainnya, Edhy Prabowo juga menjadi salah satu calon menterii. Keduanya ikut dipanggil Jokowi ke Istana, Senin (21/10/2019) sore.


"Saudara-saudara sekalian, saya baru saja menghadap Bapak Presiden RI yang baru kemarin dilantik. Saya bersama Saudara Edhy Prabowo, kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau," kata Prabowo, usai bertemu Jokowi.

Prabowo dan Edhy sama-sama mengenakan kemeja putih, baju kerja khas Jokowi. Prabowo memastikan siap membantu Jokowi di dalam pemerintahan.

"Dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra, apabila diminta, kami siap membantu dan hari ini resmi meminta dan kami sudah sanggupi membantu," tegasnya.

Prabowo pun membocorkan posisi yang ditawarkan Jokowi kepadanya. Letjen purnawirawan itu akan menjadi menteri pertahanan di kabinet Jokowi jilid II.

"Beliau izinkan saya untuk menyampaikan, saya membantu beliau diminta di bidang pertahanan," buka Prabowo.

Prabowo mengatakan akan siap bekerja keras saat dilibatkan dalam pemerintahan. "Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," sebutnya.
Halaman

(elz/tor)