detikNews
2019/10/21 20:49:58 WIB

Korban Pelecehan di Konser Musik Ngaku Direspons Musisi Usai Curhat di Twitter

Isal Mawardi - detikNews
Halaman 1 dari 1
Korban Pelecehan di Konser Musik Ngaku Direspons Musisi Usai Curhat di Twitter Foto: Edi Wahyono
Bekasi - Seorang wanita berinisial F (22) mengaku korban pelecehan seksual di sebuah konser musik di Bekasi. Korban curhat soal pelecehan seksual itu di akun Twitternya hingga mendapatkan banyak respons dari netizen, termasuk dari musisi.

"Sebenernya tujuan awal saya cuma pure cerita. Soalnya saya tipe orang yang sering cerita abis ngalamin sesuatu, biasa saya share di Instagram dan Twitter. Biasa abis itu jadi sharing sama temen-temen atau followers saya. Nggak nyangka ternyata besoknya langsung ramai dan dapat atensi langsung dari beberapa musisi karena ternyata kejadian kaya gini banyak terjadi tapi jarang di-ekspose biasanya karena korban malu atau takut," ujar F kepada detikcom, Senin (21/10/2019).

"Saya rasa dengan blow up-nya thread saya, orang-orang jadi concern akan isu pelecehan di ruang publik. Yang tadinya mungkin kurang ngeh, jadi semakin tau bahwa pelecehan kaya gitu sangat amat mengganggu kenyamanan siapapun," ujarnya.



F juga belum melaporkan kejadian ini ke polisi. Ia mengaku masih syok dengan kejadian yang menimpanya.

"Saya bener-bener nggak bisa mikir jernih. Takut, bingung, mana kacamata saya ada di crew yang mau nggak mau bikin saya harus balik lagi posisi saya udah gemeter dan nangis terus-terusan. Nggak kepikiran untuk lapor polisi saat itu, yang di otak saya gimana caranya itu konser cepet selesai, kacamata saya ketemu, saya nggak disenggol orang dan saya bisa pulang," ujar F.

"Pun kalau saya lapor, apa bisa ditemuin pelakunya saat itu juga ya? Karena banyak banget pengunjung. Saya takutnya kalau pun pelakunya ketemu yang ada malah cuma minta maaf, rasanya saya bahkan nggak sanggup kalau disuruh ketemu sama pelakunya. Emosi mungkin," lanjutnya.

Cuitan F direspons oleh vokalis .Feast, Baskara Putra. Diketahui saat itu, .Feast sedang tampil saat F mengalami pelecehan seksual.

Ia berinisiasi membuat tanda SOS yang dapat disimpan di ponsel penonton konser. Penonton dapat menunjukkan tanda itu ke panggung maupun panitia acara ketika mengalami pelecehan seksual.

"Mulai sekarang, kami akan mensosialisasikan tanda ini ke penyelenggara dan keamanan acara. Jadi besok-besok, gak harus nunggu di-notice performer. Sesama teman-teman penikmat musik atau pengunjung juga saling jaga," ujar Baskara dalam akun twitternya @wordfangs

Diketahui, tindakan pelecehan seksual yang dialami F ini terjadi dalam sebuah konser band di dalam sebuah mall di Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. F mengalami pelecehan seksual sebanyak 3 kali. Payudara dan bokongnya diremas oleh pelaku.

"Lagu kedua, kejadian ke saya, (pelaku) megang maaf ya payudara gitu, saya sempat ngiranya kan kalau kesenggol-senggol di stage gitu kan biasa, ternyata pas saya sadar itu bukan kesenggol, (pelaku) megang bokong gitu," ujar F.

Tidak hanya itu, wanita lain yang berada di samping F juga mengalami kejadian serupa. Bahkan pelaku, sebut F, berusaha memasukkan tangannya ke celana korban.


(isa/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com