PPP Yakin Prabowo Tak Akan Tikung Jokowi

PPP Yakin Prabowo Tak Akan Tikung Jokowi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 19:17 WIB
PPP Yakin Prabowo Tak Akan Tikung Jokowi
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo usai bertemu Jokowi. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - PPP tak mempermasalahkan merapatnya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ke koalisi pemerintah dan menjadi calon menteri pertahanan (menhan). PPP menyebut peristiwa ini unik karena oposisi bergabung dalam koalisi.

"Itu kan sesuatu yang tidak ada di dunia manapun kecuali di Indonesia, itulah keunikan demokrasi di Indonesia. Ini sesuatu yang unik, pihak koalisi bekerja sama dengan oposisi. Yang awalnya berseberangan sekarang masuk. Meskipun tidak semua tetapi kan kekuatan utama dari oposisi, yakni Gerindra, itu bergabung dengan koalisi Pak Jokowi," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Pria yang akrab disapa Awiek itu mengatakan bergabungnya Gerindra ke pemerintahan tidak akan mengganggu soliditas Koalisi Indonesia Kerja dan justru akan membuatnya semakin kuat. Terkait apakah ada partai lain lagi yang akan bergabung, Awiek mengaku tak ingin mencampuri hak prerogatif Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana dengan partai yang lain? Ya sekali lagi selain itu hak prerogatif Pak Jokowi, kita nggak mau mencampuri, ya biarlah. Kan yang dipanggil sekarang Gerindra, ya Gerindra udah cukup saya kira. Kalau ditambah Gerindra, kekuatan di parlemen KIK itu sekitar 75 persen ya, itu sudah cukup dominan," ujarnya.


Menurut Awiek, pihaknya akan tetap bersikap kritis terhadap program-program pemerintah yang tidak prorakyat. Kritik itu, kata Awiek, akan disampaikan dengan bijak dan santun.

"Dengan bahasa yang bijak, bahasa yang santun, bahasa yang sopan. Kalau ada kebijakan-kebijakan yang tidak prorakyat kita sampaikan, 'Pak, ini nggak bener' maka dievaluasi. Kira-kira itu yang akan kita lakukan lima tahun ke depan," ucap Awiek.

Dengan masuknya Prabowo ke gerbong koalisi, Awiek mengatakan tidak akan ada 'matahari kembar' di pemerintahan. Awiek menyinggung sikap kenegarawanan Prabowo sebagai prajurit yang akan profesional dan mengkhianati atasannya.

"Kalau Pak Prabowo masuk ke kabinet, saya kira beliau profesional. Beliau prajurit, akan melihat, akan taat asas, tegak lurus terhadap ketentuan perundang-undangan. Beliau sudah teruji itu, artinya dia tidak akan mengkhianati atasannya gitu, yakni yang memberikan mandat, Pak Jokowi. Saya kira tidak akan terjadi tikung-menikung ataupun salip-menyalip di tikungan akhir, saya kira nggaklah," ujarnya.


Prabowo diketahui memiliki visi-misi tersendiri saat mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2019. Soal visi-misi ini, kata Awiek, semua yang masuk kabinet harus mengikuti visi-misi Jokowi.

"Ya nggak juga. Kan sudah ada visi misi Pak Jokowi ketika nyapres. Semua yang masuk ke gerbong kabinet KIK, maka harus mengikuti visi-misi yang sudah ditetapkan oleh Pak Jokowi," tegas Awiek.

Terkait kader yang akan dipanggil menjadi calon menteri, Awiek mengatakan kemungkinan baru besok kader PPP akan hadir memenuhi undangan Jokowi ke Istana. Namun, Awiek belum mau membocorkan berapa pos menteri yang akan diisi oleh kader PPP.

"Ya lebih dari kemarinlah (kader PPP yang menjadi menteri). Ya pokoknya lebih dari kemarin gitu kan," tuturnya.
Halaman 2 dari 2
(azr/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads