DBD Serang Malang, 2 Anggota Dewan Jadi korban
Rabu, 09 Nov 2005 23:50 WIB
Malang - Wabah penyakit demam berdarah dengeu (DBD) ternyata tidak mengenal siapa korbannya. Di Malang, Jawa Timur, dalam seminggu terakhir ini, tercatat sekitar sepuluh orang yang menjadi korban keganasan nyamuk Aides Aigepty. Mereka antara lain Wakil Ketua DPRD Kota Malang Subur Triyono dan anggota komisi D DPRD Kota Malang Asmuri, dua orang wartawan, Lazuardi Firdaus wartawan Radar Malang dan Syafruddin wartawan Malang Post, tiga orang guru serta tiga pegawai swasta di Kota Malang. "Mereka positif demam berdarah. Saat ini, para korban dirawat di Rumah Sakit Lavalette dan Rumah Sakit Islam," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas kesehatan Kota Malang, Dr Enny Sekar saat ditemui wartawan di kantornya , Rabu (8/11/2005).Menurut Enny, sebagian korban DBD diserang saat mereka sedang melakukan aktivitas dikantornya serta ketika berada dirumah. "Mereka sebagian tinggal di perumahan elit," Tambahnya.Ia menduga, sumber nyamuk berasal dari rumah-rumah besar yang kosong. Kemungkinan di dalam rumah-rumah besar itu, terdapat genangan air dan menjadi lokasi berkembangbiaknya jentik nyamuk.Untuk itu Dinkes Kota Malang secepatnya akan memeriksa dan mensurvei jentik nyamuk. Hasil survey itu akan menentukan, apakah diperlukan pengasapan atau tidak, Jelas Enny.Sementara itu, saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Lavalette, Wakil Ketua DPRD Kota Malang Subur Triyono mengatakan, kemungkinan besar dirinya digigit nyamuk Aides agepty saat berada di gedung dewan. "Ruangan kerja saya lembab, jadi kemungkinan besar sumber nyamuk ada di gedung dewan," ujarnya.
(ary/)











































