Kabut Asap di Sumsel Berpotensi Makin Pekat pada 22-24 Oktober - Halaman 2

Kabut Asap di Sumsel Berpotensi Makin Pekat pada 22-24 Oktober

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 14:18 WIB
Ilustrasi kabut asap (Foto: Dok. Antara Foto/Nova Wahyudi)
Ilustrasi kabut asap (Foto: Dok. Antara Foto/Nova Wahyudi)


Kondisi asap ini masih tetap berpotensi terjadi di wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas yang signifikan belum terpapar hujan yang cukup mengingat luas dan dalam lahan gambut terbakar. Hujan Sistem Konvektif berskala Meso diyakini dapat memadamkan titik-titik panas karhutla dikarenakan hujan yang diakibatkanya berlangsung lama malam hingga pagi hari.

"Adanya Badai Tropis Neoguri dan Bualoi di Samudera Hindia akan mengakibatkan adanya penarikan massa udara ke pusat badai tropis. Hal ini bisa mengakibatkan adanya potensi penurunan intensitas hujan selama 3 hari ke depan di 22-24 Oktober di wilayah Sumsel berpotensi peningkatan intensitas asap," katanya.



Sementara secara lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumatera Selatan dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai. Selanjutnya untuk pertumbuhan awan dan berdataran tinggi, biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis hingga berpotensi petir disertai angin kencang.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi dan sore hari. Hal ini seiring potensi adanya partikel udara kering di udara dan menurunnya jarak pandang," tutup Bambang.

Halaman

(ras/knv)