Polisi Tangkap 2 Orang yang Diduga Kurir Noordin M Top
Rabu, 09 Nov 2005 23:11 WIB
Semarang - Polisi menangkap dua pria yang diduga sebagai orang suruhan dari buronan kelas kakap, Noordin M Top. Kedua orang ini disinyalir sebagai orang terdekat yang bertugas sebagai kurir Noordin M Top.Kedua orang tersebut, yakni Dwi Widianto atau Wiwid (33) dan Puji. Wiwid ditangkap sekitar pukul 16.30 WIB, di kediamannya Jalan Menjangan Dalam III No 3, Semarang, Rabu (9/11/2005). Sedangkan, Puji ditangkap lebih dulu di rumahnya di kawasan Genuk, Semarang Timur.Kuatnya dugaan polisi telah menangkap Wiwid dan Puji, adalah ketika salah seorang anggota Detasemen Khusus 88 Mabes Polri Brigadir Amir juga sempat meminta borgol, kepada polisi yang bertugas di Pos tersebut. Kemudian, Brigadir Amir langsung bergegas meninggalkan Pos Polisi itu dengan membawa dua borgol. Berdasarkan informasi, polisi sempat membawa Wiwid dan Puji ke Pos Polisi Simpang Lima. Dari kediaman Wiwid, polisi juga menggiring istri Wiwid, bernama Suprianiningsih atau Nining ke Mapolda Jawa Tengah, sekitar pukul 21.30 WIB. Nining diciduk oleh aparat gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polwiltabes Semarang dan Polres Semarang. Tidak hanya itu, keluarga Wiwid lainnya yang berada di Jalan Menjangan juga turut dibawa aparat ke Mapolda Jawa Tengah. Tapi, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Kapolda Jawa Tengah terkait dua orang tersebut. Berdasarkan keterangan warga di Jalan Menjangan, profesi Wiwid sehari-hari sebagai tukang service handphone. Informasi yang beredar, sebelum penangkapan dua orang yang diduga sebagai kurir Noordin M Top ini, akan ada pertemuan besar di Semarang. Pertemuan itu rencananya dihadiri dua gembong teroris kelas kakap, yakni Dr Azahari dan Noordin M Top. Tapi, posisi kedua buronan ini tidak berada dalam satu tempat. Diduga, Azahari berada di Batu, Malang, sedangkan Noordin M Top berada di Semarang.Informasi lain menyebutkan, Azahari mengirim dua orang dari Batu, Malang ke Semarang. Orang suruhan Azahari ini bertugas memastikan pertemuan tesebut. Ketika di Semarang, dua orang suruhan Azahari itu sempat bertemu dengan orang yang diduga sebagai kurir Noordin M Top. Beredar juga kabar, kurir Azahari ternyata bukan bertemu dengan orang suruhan Noordin M Top, melainkan Noordin M Top itu sendiri. Tetapi, sebelum pertemuan berlangsung, polisi sudah mencium gelagat yang sangat mencurigakan itu. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, salah satu dari ketiga kurir itu akan meledakkan bom di pusat kota, tepatnya di Simpang Lima, Semarang. Sebab, salah seorang kurir ini membawa bom di tubuhnya.
(ism/)











































