99,99% Azahari Dipastikan Tewas
Rabu, 09 Nov 2005 22:33 WIB
Jakarta -
Meski perlu dilakukan pembuktian lebih lanjut, namun salah satu pria yang tewas dalam penyergapan di Kota Batu, Malang adalah Azahari. Jenazah Azahari memang tidak bisa dilihat. Sebab, jenazah-jenazah Azahari dan kelompoknya hancur. Hal ini disampaikan anggota Komisi I DPR Djoko Susilo saat dihubungi detikcom, Rabu (9/11/2005) pukul 22.10 WIB. Djoko bersama Effendie Choirie telah meninjau lokasi penyergapan dan bertemu Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Dalam pertemuan itu, Djoko mendapat penjelasan dari Kapolri tentang penyergapan dan kematian Azahari. "Saya habis ketemu Kapolri baru saja. Dan bisa dikatakan bahwa 99,9 persen Azahari tewas. 0,01 persen sisanya harus dibuktikan secara ilmiah melalui forensik," kata Djoko. Saat ditanya apakah memang di lokasi terlihat jenazah Azahari, Djoko menyatakan, mayat-mayat yang ada di dalam rumah itu sudah hancur. Namun, polisi yakin, sebelum disergap, Azahari memang berada di rumah yang beralamatkan di Blok L9 Perumahan Flamboyan Indah, Jl. Flamboyan Raya, Kota Batu. Djoko yang mewakili Komisi I DPR telah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri atas keberhasilan ini. Dengan tewasnya Azahari, maka gangguan keamanan akan bisa direduksi. Sebab, Azahari-lah yang merupakan pakar bom.
(asy/)










































