"Jadi suhu 38,2 itu merupakan suhu tertinggi sejak bulan Oktober sepanjang pengamatan kami dan data sejak 1985," kata Kepala Stasiun klimatologi Maros, Hartanto kepada wartawan, Senin (21/10/2019).
Namun rekor ini masuk dalama susu tertinggi ketiga jika memasukkan suhu yang dipengaruhi oleh El Nino. "Suhu tertinggi pertama dan kedua itu terjadi saat El Nino dan sekarang tahun ini tanpa El Nino," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk suhu dengan dipengaruhi El Nino 39,5 derajat Celcius tahun 1997 bulan November. Yang kedua, 38,6 derajat Celcius yang terjadi pada Desember tahun 1992," tambah Hartanto.
Dia mengatakan, berdasarkan historis data pencatatan parameter cuaca termasuk suhu, suhu-suhu ekstrim yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan termasuk wilayah Makassar dan sekitarnya didominasi terjadi pada bulan Oktober.
"Kondisi ini diperngaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang mencapai maksimum, tidak ada tutupan awan signifikan dan angin timuran yang menguat. Kondisi suhu ekstrem (lebih dari 35 Celcius) diprediksikan masih akan terjadi selama bulan Oktober ini," ujarnya.
Simak video Kemarau Berlanjut, Hujan Diprediksi Baru Turun Bulan Depan:
(fdn/fdn)











































