Kapolda Jabar: Teroris Menyelinap Arus Balik Lebaran
Rabu, 09 Nov 2005 22:01 WIB
Bandung - Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat (Jabar) akan memperketat pengamanan di wilayah Jabar. Bentuk pengamanan ini antara lain melakukan razia mendadak untuk mengantisipasi kemungkinan para teroris masuk pada arus balik lebaran ke wilayah Jabar. Peningkatan kegiatan antisipasi anti teror ini dilakukan juga berkaitan dengan adanya kasus laporan Salik Firdaus. Salik Firdaus warga Cikijing, Majalengka diduga sebagai pelaku sekaligus korban Bom Bali II, 1 Oktober lalu. "Lidik tertutup tetap ada seperti di Sukabumi dan di Majalengka itu. Volume pengawasan semakin kita tingkatkan," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Edi Darnadi di sela acara halal bihalal dengan beberapa pemimpin daerah di Gedung Sate, Jl Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/11/2005).Menurut Edi, hingga saat ini saat status Jabar masih tergolong terbuka untuk dijadikan tempat persembunyian oleh para teroris. Posisi Jabar juga sering digunakan tempat lalu lintas dan persinggahan teroris. "Razia mendadak dilakukan jika ada informasi. Sejauh ini kita tetap laksanakan pengamanan rutin saja," ungkapnya.Untuk kasus Salik Firdaus, menurutnya proses pemeriksaan dilakukan langsung oleh Mabes Polri. Pemeriksaan itu sendiri juga melibatkan keluarga Salik Firdaus. Beberapa dokumen milik Salik Firdaus dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran apakah Salik Firdaus merupakan pelaku Bom Bali II atau tidak. "Kita hanya istirahat sebentar saja. Sampai akhir tahun tetap jalan. Pengamanan Natal dan Tahun baru. Pengamanan Gereja tetap kita prioritaskan," ungkapnya.
(ary/)











































