Pembicaraan Lengkap Jokowi-Mahfud Md soal Menteri

Pembicaraan Lengkap Jokowi-Mahfud Md soal Menteri

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 11:27 WIB
Pembicaraan Lengkap Jokowi-Mahfud Md soal Menteri
Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Jakarta -

Mahfud Md dipanggil Presiden Jokowi pagi ini. Tujuan pemanggilan pun sudah jelas, meminang eks Ketua MK itu jadi menteri. Lantas apa saja yang dibicarakan keduanya?

"Intinya saya diminta beliau menjadi salah seorang menteri. Kalau tidak berubah, akan dilantik besok luas hari Rabu pagi sudah berkumpul di sini," kata Mahfud Md setelah memenuhi panggilan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Mahfud diajak berbicara panjang lebar oleh Presiden, tapi ia menyatakan tak diberi tahu posisi apa yang akan dijabatnya.

"Saya tidak diberi tahu menteri apa, tetapi beliau bercerita problem-problem Indonesia yang sifatnya makro. Ekonomi politik sosial. Kemudian yang agak dalam kami diskusi masalah pelanggaran ham, hukum yang kurang menggigit," ungkap Mahfud MD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden, masih menurut Mahfud, memperhatikan sungguh-sungguh bidang penegakan hukum yang setahun terakhir agak menurun. Mahfud pun diminta kerja keras menegakkan hukum.

"Kita diminta bekerja keras untuk benar-benar menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya dan penegakan hukum itu harus dimotori oleh lembaga eksekutif. Karena lembaga eksekutif mempunyai semua perangkat yang diperlukan untuk menegakkan hukum dan itu disediakan oleh negara," katanya.

Selain itu, Mahfud diajak berbicara soal pelanggaran HAM. Ia berdiskusi banyak soal pelanggaran HAM dengan Presiden.

"Soal pemberantasan korupsi di berbagai sektor ternyata Bapak Presiden punya data yang sangat detail dan terukur tentang apa-apa yang jadi masalah. Ada juga persoalan deradikalisasi yang sekarang ini pembelahan yang sifatnya primordial yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena secara substansi sebenarnya tidak ada perbedaan yang tajam supaya disatukan kembali dalam konsep kebersatuan dalam keberagaman atau keberagaman dalam kebersatuan," beber Mahfud.

Setelah itu Presiden pun meminta kesediaan Mahfud Md jadi menteri. "Saya nyatakan bersedia, saya nyatakan siap membantu negara," jelas Mahfud.

Setelah meminang Mahfud jadi menteri, Presiden Jokowi juga tak menyebutkan kursi menteri apa. Namun Mahfud melihat arahan Jokowi sudah cukup jelas mengarah ke sektor tertentu.

"Kalau dari cerita-cerita saya tadi dengan bapak presiden bisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga. Seperti yang selama ini diisukan. Kan saya banyak disebut katanya Menkum HAM, Jaksa Agung, Menteri Agama, katanya apa lagi. Pokoknya di bidang itu," ungkap Mahfud.

"Saya kira ya surprised juga tadi presiden tahu betul latar belakang saya dari waktu ke waktu, sehingga saya tidak perlu nawar, saya ingin apa, beliau tahu yang cocok untuk saya apa. Sehingga saya tidak perlu bertanya, beliau tahu saya tepatnya di mana," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(van/fjp)


Berita Terkait