Kemenag Bali Mulai Data Produk Makanan-Kosmetik untuk Sertifikasi Halal

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 10:23 WIB
Foto: Logo halal
Foto: Logo halal


Dihubungi terpisah, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Bali Aji Pamungkas menuturkan pihaknya sudah menutup layanan sertifikasi halal per Kamis (17/10) lalu. Sampai saat ini para pengusaha yang masih datang ke kantor LPPOM MUI akan diarahkan ke Kemenag Kanwil Bali.

"Jadi untuk LPPOM MUI Bali sesuai dengan perundang-undangan kita tanggal 16 (Oktober), hari terakhir utk enerimaan permohonan sertifikasi halal, per tanggal 17 (Oktober) kita arahkan ke Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali," tutur Aji.



Dia mengatakan masih ada sejumlah pengusaha yang datang ke kantor LPPOM MUI untuk mendaftarkan sertifikat halal. Namun, pihaknya hanya bisa memproses permohonan yang masuk sebelum tanggal 17 Oktober 2019.

Jadi ada beberapa yang tetap datang ke kami, terus kami arahkan kita jelaskan seperti itu. Bagi yang sudah mendaftar sebelum tanggal 17 tetap kami proses serrtifikat halal. Sebelumnya sudah ada 15-20 perusahaan per bulan sudah kita tangani, ada makanan, minuman, makanan olahan, obat tradisional, kosmetik," tuturnya.

Halaman

(ams/rvk)