Kemenag Bali Mulai Data Produk Makanan-Kosmetik untuk Sertifikasi Halal

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 10:23 WIB
Foto: Logo halal
Foto: Logo halal


Any menuturkan manfaat lain dari sertifikasi ini memberi jaminan produk yang aman dikonsumsi semua kalangan. Dia menyebut produk-produk makanan yang mengandung babi tak perlu mengurus izin.

"Kalau khusus jajan atau masyarakat yang sudah ada babinya nggak perlu sertifikat halal, tapi harus jelas makanan ini mengandung babi. Nggak usah ngurus-ngurus tapi kalau dipasarkan untuk umum, kalau memang ingin dikonsumsi ke masyarakat muslim (dilampirkan). Ini memberikan kenyamanan supaya orang itu makan enak, tidak ragu-ragu," terangnya.



Sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi lewat penyuluh-penyuluh di lapangan. Targetnya tak hanya pengusaha makanan-minuman atau kosmetik saja tapi juga di sektor lain.

"Nanti ke depan itu misalnya produk baju, kain-kain, terus yang dipakai untuk sehari-hari odol, sabun itu juga harus. Ya termasuk kosmetik, obat pokoknya semua," terangnya.

Meski begitu, dia menyebut pengusaha yang masih memiliki sertifikasi halal dari MUI untuk menggunakannya sampai masa berlakunya habis.

"Yang punya sertifikat halal dan masih punya masa waktunya, kalau nggak salah tiga tahun untuk LPPOM MUI kalau belum habis silakan diteruskan, perpanjangannya nanti ke kanwil," ujar Any.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3