detikNews
2019/10/21 10:23:45 WIB

Kemenag Bali Mulai Data Produk Makanan-Kosmetik untuk Sertifikasi Halal

Aditya Mardiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kemenag Bali Mulai Data Produk Makanan-Kosmetik untuk Sertifikasi Halal Foto: Logo halal
Denpasar - Sertifikat halal kini wajib dimiliki semua pelaku usaha di bidang makanan dan minuman serta produk-produk terkait. Kantor Kementerian Agama Kanwil Bali pun mulai mendata perusahaan makanan, minuman, maupun kosmetik untuk disertifikasi.

"Baru kemarin (17/10) kan sosialisasi dalam bentuk tanggal sekian dimulai memang belum, artinya dari mulut ke mulut, (kemenag) diberikan wewenang sebagai tugas tambahan untuk melaksanakan layanan sertifikasi halal. Setiap pengajian kami informasikan kepada masyarakat makanya mereka berbondong-bondong juga ke sini, ada juga yang telepon, makanya mereka nanya ke kami, ada yang sudah mendaftar ada yang baru minta penjelasan apa sih persyaratannya," kata Kasi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Kanwil Bali, Any Hani'ah ketika dihubungi, Senin (21/10/2019).



Any mengatakan layanan sertifikasi halal ini mengacu pada Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Dia mengatakan jaminan produk halal bukan hanya yang bebas dari kandungan produk haram dan berbahaya.

"Iya mbak, ada juga yang pakai barang berbahaya kan tidak hanya keharaman tapi barang berbahaya juga, kayak boraks itu kan juga termasuk. Jadi mungkin orang salah persepsi hanya babi, anjing tidak hanya itu barang-barang berbahay pun akan diperiksa, uji laboratoriumnya kan sampai ke situ," terangnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com