Round-Up

Beda Pidato Jokowi Usai Pelantikan 2014 dan 2019

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 07:30 WIB
Pelantikan Jokowi (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)

Tebar Ancaman Bagi Bawahan

Perbedaan kedua antara pidato tahun 2014 dan 2019 adalah soal ancaman dari Jokowi bagi bawahannya. Jika pada 2014 tak ada ancaman, maka pada pidato di tahun 2019 kali ini ada ancaman keras dari Jokowi bagi orang-orang yang bakal jadi pembatunya.

"Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot," ucap Jokowi.

Fokus Pembangunan

Ketiga adalah perbedaan fokus pembangunan. Pada 2014, Jokowi berulang kali mengingatkan soal kerja, kerja dan kerja. Saat itu, Jokowi juga fokus pada kebijakan poros maritim atau kembali memaksimalkan laut.

"Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk," tutur Jokowi pada 2014.
Sementara itu pada 2019, punya lima prioritas yang bakal dilakukannya selama 5 tahun mendatang. Kelimanya ialah pembangunan SDM, melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi. Jokowi juga menekankan pentingnya inovasi.

"Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Harusnya inovasi bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya," ucap Jokowi.

Untuk melihat pidato lengkap Jokowi usai pelantikannya sebagai presiden 2014-2019, silakan klik di sini. Bagi yang ingin membaca pidato lengkap Jokowi usai dilantik sebagai presiden 2019-2024, silakan klik di sini.
(haf/haf)