Pangdam Wirabuana:
Kekerasan di Poso Motifnya Duit
Rabu, 09 Nov 2005 16:56 WIB
Jakarta - Poso terus diteror berbagai aksi kekerasan. Setelah pemenggalan 3 siswi, kabar teranyar, 2 siswi jadi korban penembakan. Motif kekerasan itu diyakini bukan sentimen agama, melainkan masalah 'perut' yakni persoalan duit."Motifnya itu duit. Jadi analisa saya, Poso dibuat seperti itu karena duit. Karena di sana rakyat tidak ada masalah," kata Pangdam Wirabuana Mayjen TNI Arief Budi Sampurno kepada wartawan usai apel Dandim dan Danrem di Markas Besar (Mabes) Angkatan Darat, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2005).Selanjutnya ketika ditanyakan kemungkinan keterlibatan anggota TNI dalam berbagai aksi kekerasan di Poso itu, Budi Sampurno menampiknya. "Saya tegaskan tidak ada anggota TNI yang telibat dalam pembunuhan di Poso," ujarnya.Bahkan dia mengaku belum menerima laporan soal penangkapan lima tersangka pemenggal kepala 3 siswi SMK Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Poso yang terjadi pada 29 Oktober lalu oleh Yonif 714/Sintuwo Maroso. "Sampai sekarang saya belum menerima laporan siapa-siapa pelakunya. Tunggu saja," jawabnya.Menurut Budi Sampurno, anggotanya yang berada di Poso sebanyak 2 batalyon infantri yang memang bermarkas di sana untuk turut membantu kepolisian melakukan pengamanan. "TNI akan mendukung tugas Polri di daerah," ungkapnya.Meski aksi kekerasan masih mewarnai wilayah Poso, lanjut dia, belum diperlukan adanya penambahan pasukan TNI ke wilayah tersebut.
(san/)











































