Momen Setengah Jam Pelantikan Presiden Soeharto

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Minggu, 20 Okt 2019 11:02 WIB
Ilustrasi: Soeharto (Edi Wahyono/detikcom)

Presiden yang kemudian memerintah sampai tahun 1998 itu juga menyebut bahwa dirinya ingin mendapat pengawasan dan petunjuk dari rakyat dan wakil rakyat. "Dalam melakukan pengawasan dan memberi petunjuk itu, tunjukkanlah rencana-rencana atau jalan-jalan yang lebih baik, pasti saya akan kerjakan."

Soeharto ternyata memberi sedikit koreksi dengan menambahkan satu kalimat pada naskah pidato pelantikan yang panjangnya delapan halaman itu. Oretan dengan tulisan tangan itu berbunyi, "masyarakat yang beragama, masyarakat yang tertib dan dinamis".



Soenarto Soedarno, Asisten Khusus Menteri Sekretaris Negara, sejak 1970-an, yang turut menyusun naskah pidato itu membenarkan tulisan tangan tersebut milik Soeharto. "Betul itu tulisan tangan beliau (Soeharto)," ujarnya pada detikcom beberapa waktu lalu. "Beliau memang tidak asal baca naskah, tapi juga dikoreksi."



Harian Kompas yang terbit 24 Maret 1973 menyebut Jenderal Soeharto hanya berdiri 11 menit di depan corong membacakan naskah pidato pelantikannya itu. Sidang pun ditutup dengan pidato KH Idham Chalid. "Sidang ditutup tepat pada jam 9.30, tidak lebih dan tidak kurang," tulis harian Kompas.

Presiden Soeharto lalu meninggalkan ruangan sidang diiringi tepukan riuh. Sambil berjalan, sesekali dia mengangguk dan tersenyum pada anggota MPR yang berdiri sepanjang jalan menuju pintu. Di halaman gedung, Ketua MPR membungkukkan badan melepas perginya mobil dengan plat bertulis Indonesia 1 membawa presiden terpilih itu.

Momen Setengah Jam Pelantikan Presiden SoehartoCoretan tangan Soeharto. (Dok Istimewa)
Halaman

(pal/dnu)