KPAI Minta Guru Jaga Saudara Kandung Siswa yang Bunuh Diri di Kupang - Halaman 2

KPAI Minta Guru Jaga Saudara Kandung Siswa yang Bunuh Diri di Kupang

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 20 Okt 2019 09:35 WIB
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Foto: Bahtiar/detikcom)
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Foto: Bahtiar/detikcom)


Retno mengatakan bullying merupakan intimidasi atau penindasan yang tidak boleh dipandang remeh. Sebab gangguan kesehatan mental yang tak tertangani dengan baik bisa berdampak buruk.

"Pasalnya, remaja sering kali tak terbuka soal masalah-masalah yang dialaminya. Begitu pula dengan orang tua dan guru yang abai pada kondisi remaja. Pengabaian ini mengakibatkan anak korban merasa tidak ada solusi dari permasalahannya sehingga akhirnya memutuskan bunuh diri," ujar dia.

KPAI ingin saudara kandung YS mendapatkan pendampingan dan rehabilitasi psikologis. Dia berharap pihak sekolah melindungi saudara kandung YS dari bullying.


"Para guru dimana kedua saudara YSS bersekolah harus dapat melindungi keduanya dari potensi bully dari lingkungan sekolahnya. Orang tua pengganti yang mengasuh saat ini juga didorong memiliki kepekaan untuk melindungi kedua anak tersebut dari bully di lingkungan rumahnya," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, YS bunuh diri pada Senin (14/10) di rumahnya sekitar pukul 08.30 Wita. Sebelum gantung diri, YS menuliskan surat berisi curahan hati mengenai ayahnya.

"Isi surat intinya terima kasih kepada kakak dari ibu kandungnya yang mengurus dirinya. Dia (YS) meminta maaf karena sering membuat budenya marah. Dan dia (menyampaikan) menyesal belum sempat niatnya kesampaian balas dendam ke ayahnya atas meninggal ibunya," ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, Kamis (17/10).

Curahan hati siswa SMP YS ini ditulis dalam buku yang ditemukan di dekat jasad korban. YS juga menandatangani pesan yang ditulis pada buku yang ditindih dengan batu kecil warna putih tersebut.
Halaman

(jbr/abw)