NU Imbau Tokoh Agama Poso Tak Terpancing Aksi Teror
Rabu, 09 Nov 2005 16:34 WIB
Jakarta - Aksi teror di Poso yang telah memakan tiga korban jiwa diharapkan semakin mempererat hubungan antartokoh agama di kota tersebut. Mereka diimbau tidak terpancing kasus pemenggalan dan penembakan pelajar yang terjadi akhir-akhir ini.Imbauan itu disampaikan Ketua PBNU Rozy Munir saat ditemui detikcom di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Jakarta, Rabu (9/11/2005). Rozy yang ditemui usai santap siang bersama mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur."Kita minta masyarakat dan tokoh-tokoh agama di Poso tidak terpancing kasus pemenggalan dan penembakan anak-anak yang terjadi di sana akhir-akhir ini. Kita berharap mereka bisa menahan diri," ungkap Rozy.Dia juga mengimbau tokoh-tokoh agama mempererat hubungan dan bersilaturahmi untuk mengatasi aksi teror tersebut. "Sekali lagi, masyarakat jangan terpancing. Kesempatan ini harus dijadikan momen untuk saling bersilaturahmi," kata Rozy.Rozy meminta aparat keamanan segera menyusut, menuntaskan dan menangkap aktor di balik pembunuhan terhadap anak-anak di Poso. Ia juga meminta intelijen bekerja lebih keras untuk mengantisipasi terjadinya teror lanjutan.Menurut Rozy, tidak ada unsur pertentangan antaragama di Poso. Karena itu, masyarakat beragama harus dapat menahan diri.Sementara Gus Dur tidak bersedia berkomentar banyak. Namun ia menegaskan berkali-kali agar jangan sampai agama dikaitkan dengan masalah-masalah politik dan aksi kekerasan yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanah Air. "Pokoknya, intinya, agama jangan dikaitkan dengan politik dan kekerasan," tandas dia.
(umi/)











































