Soal Isu Jadi Ketum Gerinda, Ini Kata Sandi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 19 Okt 2019 23:23 WIB
Foto: Prabowo dan Sandiaga saat Konfernas Gerindra (Instagram @sandiuno)
Foto: Prabowo dan Sandiaga saat Konfernas Gerindra (Instagram @sandiuno)
Jakarta - Sandiaga Uno membantah isu dilantik menjadi Ketua Umun Partai Gerindra usai kembali jadi kader. Sandiaga menyebut, Ketua Umum Gerinda Prabowo Subianto belum mengeluarkan putusan.

"Saya bersyukur diterima oleh keluarga Gerindra kembali jadi kader dan kemarin masih menunggu posisinya, Pak Prabowo nanti yang akan tentukan. Belum ada perintah resmi dari beliau," ucap Sandiaga kepada detikcom di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).
Diketahui, muncul isu Sandiaga kembali ke partai berlambang kepala garuda itu setelah beredar sebuah foto Prabowo dan Sandiaga salam komando. Keduanya mengenakan seragam loreng dan baret di kepalanya.

Momen tersebut seperti memperlihatkan Prabowo memberi selamat kepada Sandiaga. Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memberi penjelasan.

Menurut Dasco, foto tersebut memang diambil dalam Rapimnas Gerindra pada Rabu (16/10) kemarin. Di malam harinya, ada momen 'penerimaan' kembali Sandiaga menjadi kader. Sandiaga dinobatkan lagi menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra.



"Bahwa ada gambar penyematan dalam gambar atau rekaman yang beredar adalah tanda diterimanya kembali Saudara Sandiaga menjadi anggota Partai Gerindra," ujar Dasco kepada wartawan, Kamis (17/10).

"Sekaligus tanda penghargaan yang diberikan partai dan kembalinya ditempatkan menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra. Penghargaan pada hari itu pun diberikan kepada 30 kader yang berjasa kepada partai," sambung wakil Ketua DPR itu.
Menurutnya, rapimnas antara lain hanya membicarakan sikap politik Gerindra dan agenda-agenda partai ke depan. Dasco menegaskan penetapan ketua umum harus melalui mekanisme kongres atau kongres luar biasa (KLB).

"Untuk berita yang beredar di media massa atau grup WhatsApp yang menyatakan bahwa dalam rapimnas, Sandiaga Uno sebagai Ketua Umum Gerindra adalah tidak betul alias hoax. Karena untuk menentukan ketua umum itu ada agenda sendiri, melalui kongres atau kongres luar biasa," tegasnya. (aik/jbr)