Operasi Ketupat Jaya 2005
Angka Kriminal Anjlok Drastis
Rabu, 09 Nov 2005 15:44 WIB
Jakarta - Situasi Kamtibmas di jajaran Polda Metro Jaya dan sekitarnya pada Operasi Ketupat Jaya 2005 secara umum aman terkendali. Bahkan angka kriminalitas turun drastis, kecuali pencurian kendaraan bermotor (curanmor).Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (9/11/2005). Operasi ini digelar sejak 27 Oktober-8 November 2005."Secara normatif, Operasi Ketupat Jaya 2005 berakhir pada 12 November, tetapi tadi sudah dievaluasi bersama Kapolda sampai tanggal 8 November," ungkap Untung.Untung menuturkan, terjadi penurunan angka kriminalitas sepanjang operasi tersebut digelar dibanding operasi yang sama tahun sebelumnya. "Hanya satu yang meningkat, yaitu pencurian kendaraan bermotor," tandasnya.Selama operasi digelar terjadi 19 kecelakaan lalu lintas yang menelan 6 korban jiwa. Angka ini menurun dibanding tahun 2004 sebanyak 72 kasus dengan 36 korban meninggal. Sedangkan pencurian dengan kekerasan tercatat 7 kasus, turun dari tahun 2004 sebanyak 60 kasus. Demikian juga dengan pencurian dengan pemberatan yang tercatat 3 kasus, turun drastis dari tahun 2004 yang tercatat 311 kasus.Sementara itu, untuk jumlah pencurian kendaraan bermotor, tahun 2005 terjadi 249 kasus. Angka ini naik dari tahun 2004 yang tercatat 245 kasus. "Curanmor tetap tinggi, karena khususnya roda dua, mudah untuk dijual kembali, dan pelaku mudah menghilangkan jejak," katanya.Penurunan angka kriminalitas ini, lanjut Untung, merupakan hasil kerja sama aparat dan masyarakat yang semakin menyadari pentingnya keamanan lingkungan sendiri.Di tengah berlangsungnya Operasi Ketupat Jaya 2005, kata Untung, juga terjadi aksi unjuk rasa sebanyak 13 kali, kebakaran 22 kali, penemuan mayat 12 kali, keributan warga 1 kali, ancaman bom 1 kali, perampasan 1 kali, dan pembiusan pemudik di Terminal Kampung Rambutan sebanyak 2 kali.
(umi/)











































