Puluhan Korban Angin Topan di Grobogan Belum Terima Bantuan

Puluhan Korban Angin Topan di Grobogan Belum Terima Bantuan

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2005 15:17 WIB
Semarang - Meski pemerintah setempat menegaskan siap membantu, tampaknya puluhan warga di tiga kecamatan di Grobogan, Jawa Tengah, yang dilanda angin topan masih harus bersabar. Hingga kini, mereka belum mendapatkan bantuan dalam bentuk apa pun.Korban angin topan tersebar di Dukuh Pepe, Desa Prigi, Kecamatan Kedungjati, Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, dan Kecamatan Genyeh, Kabupaten Grobogan. Angin memorak-porandakan puluhan rumah di tiga kecamatan tersebut.Di kecamatan Kedungjati, satu rumah roboh dan 34 lainnya rusak. Peristiwa itu terjadi Rabu (4/11/2005) lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan, pada Senin (7/11/2005), di dua kecamatan lainnya angin kencang disertai hujan rintik-rintik merobohkan rumah milik Sowo, warga Dusun Beru, Desa Genengadal. Kasubid Ketertiban Kecamatan Kedungjati M. Sofiq, yang sempat dikonfirmasi melalui telepon menyatakan, hingga saat ini warga belum mendapatkan bantuan. "Mereka memperbaiki rumahnya secara swadaya," katanya.Padahal dalam kejadian tersebut ada beberapa orang yang menjadi korban seperti Sowo (100) dan istrinya, Supi (85). Selain rumahnya roboh, pasangan suami istri yang sudah menjadi kakek-nenek ini mengalami luka parah karena tertimpa kayu belandar.Sowo luka pada bagian pelipis mata. Dia sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Permata Bunda, Purwodadi. Berbeda dengan Supi yang mengalami patah tulang di kaki, dia langsung dilarikan ke sangkal putung untuk penyembuhan.Angin kencang yang menerpa desa tersebut juga merobohkan ratusan pohon di pinggir jalan dan sekitar pemukiman penduduk. Jalanan terhalang reruntuhan pohon dan jaringan listrik di Desa Genengadal juga sempat mengalami gangguan.Kasubag Kesejahteraan Rakyat Pemkab Grobogan Komang Gede Sudiarta menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan dana untuk membantu korban angin topan. Setiap rumah roboh dibantu sebesar Rp 1 juta dan rumah rusak Rp 500 ribu."Untuk korban tewas dapat santunan Rp 1 juta dan luka mendapat bantuan Rp 500 ribu. Tapi saya tidak tahu kapan dananya dicairkan. Soalnya laporan detilnya baru saya terima tadi pagi," kilahnya ketika didesak masalah pencairan dana. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini