detikNews
2019/10/18 22:05:25 WIB

Round-Up

Temuan-temuan Komnas HAM dalam Rusuh Wamena

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Temuan-temuan Komnas HAM dalam Rusuh Wamena Jumpa pers Komnas HAM soal kerusuhan di Wamena (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Sejumlah temuan baru terungkap lewat investigasi Komnas HAM terkait kerusuhan berdarah di Wamena, Papua. Kerusuhan di Wamena dipastikan bukan konflik SARA.

Temuan mengenai kerusuhan Wamena ini disampaikan Komnas HAM dalam jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019). Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik awalnya bicara mengenai hubungan kerusuhan di Papua dengan insiden di Surabaya.

"Karena kami khawatir itu akan semakin memicu konflik yang berbau SARA, padahal ini sama sekali tidak ada hubungan dengan SARA, karena ada korban juga dari berbagai suku-suku yang ada. Mau dibilang pendatang atau orang asli, sama-sama ada korban," ujar Taufan.



Menurut Taufan, kerusuhan di Wamena pada 23 September lalu merupakan kerusuhan paling parah di Papua. Itu karena korban jiwa yang mencapai 33 orang dan dampaknya yang sangat siginifikan.

"Tapi memang fakta-faktanya banyak kekerasan yang menimbulkan kematian, pembakaran-pembakaran gedung pemerintah, toko-toko, ruko-ruko, macam-macam. Itu di Jayapura terjadi, di berbagai tempat terjadi, terakhir paling tragis adalah di Wamena, yang juga dipicu oleh satu informasi ada seorang guru Rilis Panggabean yang dianggap memberikan satu hujatan yang berbau rasis. Tapi setelah kita telusuri, tidak terkonfirmasi," kata Taufan.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com