Temuan-temuan Komnas HAM dalam Rusuh Wamena - Halaman 3

Round-Up

Temuan-temuan Komnas HAM dalam Rusuh Wamena

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 22:05 WIB
Jumpa pers Komnas HAM soal kerusuhan di Wamena (Foto: Rolando/detikcom)
Jumpa pers Komnas HAM soal kerusuhan di Wamena (Foto: Rolando/detikcom)


Taufan enggan merinci 10 orang tewas dalam kerusuhan tersebut. Namun dia memastikan informasi itu didapat dari sumber yang valid.

"Tapi tentunya belum 100% terkonfirmasikan, cuma sumber informasi ini meski kami rahasiakan sumber informasinya, menurut kami kredibel sumber informasinya," jelas Taufan.

"Tapi itupun Komnas nggak akan berani mengatakan sudah 100%, harus dicross check. Tapi mohon maaf kalau dicross check minggu ini memang agak repot, harus datang ke kampung-kampung yang itu letaknya di Lembah Dani itu harus ke gunung-gunung itu, itukan harus ada persiapan tertentu," imbuhnya.



Temuan lain yang diungkap Komnas HAM yakni korban tewas kerusuhan dipastikan bukan hanya warga pendatang. Taufan mengatakan warga asli Papua juga ada yang menjadi korban

"Di sini berkembang informasi misalnya ini yang dibantai orang luar, tidak, kami punya data-datanya, meskipun kami tidak mau publikasikan nama-nama dan latar belakang etnis," Taufan.

Namun dia enggan mengungkap data rinci warga yang tewas, karena khawatir menimbulkan konflik SARA.

"Karena kami khawatir itu akan semakin memicu konflik yang berbau SARA, padahal ini sama sekali tidak ada hubungan dengan SARA, karena ada korban juga dari berbagai suku-suku yang ada. Mau dibilang pendatang atau orang asli, sama-sama ada korban," ujar Taufan.

Selain itu, Komnas HAM juga menyampaikan pesan untuk Joko Widodo (Jokowi) yang akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Komnas HAM berharap Jokowi menomorsatukan masalah di Papua untuk segera dituntaskan.

"Sampai hari ini kami terus menyampaikan pesan tersebut karena supaya Pak Jokowi sebagai presiden, apalagi sekarang terpilih lagi, tanggal 20 (Oktober) dilantik kembali. Tolong tempatkan masalah Papua nomor satu," kata Taufan.

Komnas HAM merasa masih ada sejumlah permasalahan HAM yang terjadi di Indonesia. Paling krusial, kata Taufan, adalah tentang Papua.

"Kepada Pak Jokowi, dari mulai kami diangkat menjadi anggota Komnas HAM, selalu kami mengatakan ini ada berbagai masalah hak asasi manusia. Pak, yang paling krusial adalah tentang Papua, ini disampaikan," imbuhnya.
Halaman

(knv/idn)