"Sebenarnya kami tidak ada niat untuk mengganggu pelantikan (presiden-wapres) selama pemerintah pusat itu menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Indonesia," ucap Muhammad Aqsha, selaku Presiden BEM UNM, saat ditemui di sela unjuk rasa.
Mahasiswa UNM hari ini menuntut empat poin permasalahan yang dianggap penting untuk ditangani secara tuntas oleh pemerintah hingga oleh kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Aqsha, pihaknya menyoroti belum ada pihak yang muncul secara sungguh-sungguh untuk menyelesaikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Otak pembakaran mesti diproses hukum.
"Belum lagi kasus hak asasi manusia dan kasus penangkapan aktivis-aktivis Wamena, Papua. Dan kami juga tidak melupakan tuntutan kami sebelumnya, yaitu menghapus RUU yang tidak pro dengan kepentingan rakyat," sambungnya.
Pantauan detikcom, mahasiswa mulai membubarkan diri dari lokasi aksi, Jumat (18/10/2019), sekitar pukul 17.05 Wita. Mereka bubar sembari memungut sampah berserakan yang ditimbulkan akibat demo.
Selepas mahasiswa bubar, sejumlah polisi yang berjaga sejak awal langsung membuka kembali blokade ruas Jalan AP Pettarani arah jalan Sultan Alauddin, Makassar. Arus lalu lintas pun terpantau lancar kembali.
Halaman 2 dari 2











































